Pemkab Mamuju dukung pengendalian kerusakan lahan gambut oleh KLHK

id Sosialisasi gambut

Pemkab Mamuju dukung pengendalian kerusakan lahan gambut oleh KLHK

Bupati Mamuju Sutinah Suhardi Duka pada acara sosialisasi pengendalian kerusakan gambut yang dilaksanakan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dihadiri Anggota DPR RI asal Sulbar, Suhardi Duka, Mamuju, Selasa (19/10/2021) ANTARA Foto/ M Faisal Hanapi

Mamuju (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat mendukung program pengendalian kerusakan lahan gambut yang dilaksanakan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di daerah itu.

Bupati Mamuju Sutinah Suhardi di Mamuju, Selasa, mengatakan pemerintah setempat sangat mengapresiasi sosialisasi pengendalian kerusakan gambut yang dilaksanakan pemerintah pusat melalui Direktorat Jendral (Ditjen) Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLHK di Mamuju.

Ia mengatakan fungsi ekosistem gambut belum begitu ketahui masyarakat Mamuju, sehingga dibutuhkan langkah sosialisasi terhadap pemanfaatan dan perlindungan ekosistem gambut.

Baca juga: BPBD: Kebakaran lahan gambut di Aceh Barat 100 persen sudah padam

Menurut dia, sosialisasi tersebut diharapkan dapat melahirkan berbagai sudut pandang masyarakat agar dapat menjamin kelestarian fungsi ekosistem gambut di Mamuju.

Ia menyampaikan terdapat 11 kecamatan di Mamuju yang memiliki potensi besar terhadap ekosistem gambut namun karena pemanfaatan lahan gambut belum diketahui masyarakat sehingga terdapat risiko kerusakan lahan yang timbul.

Baca juga: Lahan gambut seluas 20 hektare terbakar di Nagan Raya Aceh

Sehingga, kata dia, diperlukan pemahaman yang lebih komprehensif terhadap pemanfaatan dan perlindungan gambut di masyarakat.

"Pemerintah berterima kasih kepada Anggota DPR-RI Suhardi Duka yang memfasilitasi sehingga pemerintah pusat melakukan sosialisasi pemanfaatan dan pengendalian gambut di Mamuju," katanya.

Anggota DPR-RI Suhardi Duka mengatakan setiap tahun lahan gambut terus berkurang yang dapat mengganggu kelangsungan ekosistem.

Baca juga: Lahan gambut terbakar di Aceh Barat bertambah menjadi 2,2 hektare

Baca juga: Banjir rendam pemukiman warga Mamuju


"Gambut adalah ekosistem dunia yang harus kita pertahankan karena gambut ini menghasilkan O2 yang kita hirup saat ini, ke depan juga gambut akan menjadi andalan pendapatan negara, karena akan ada negara yang mengkonsumsi dan negara yang memproduksi," katanya.

Oleh karena itu, Indonesia harus melakukan pengendalian dan pemanfaatan gambut karena Indonesia menjadi negara yang memproduksi gambut selain minyak, gas dan produk yang lain.

Ia menyampaikan, sebagai dukungan untuk program pengendalian tersebut maka pemerintah menyerahkan dana bantuan serta motor tiga roda sebanyak lima unit kepada kepala desa dan pelaku kelompok usaha untuk menjaga kelestarian gambut.

Baca juga: Longsor menutup poros jalan Mamasa-Mamuju Sulbar

Baca juga: Jalan poros Majene--Mamuju tertutup longsor

Pewarta : M.Faisal Hanapi
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar