Undip ubah selokan kumuh di Kudus jadi kolam ikan dan budi daya azolla

id Undip Semarang bantu, ubah selokan kumuh, di Kudus, jadi kolam ikan

Undip ubah selokan kumuh di Kudus jadi kolam ikan dan budi daya azolla

Ketua Program Pengabdian Masyarakat Fakultas Peternakan dan Pertanian (FPP) Undip Bambang Sulistiyanto bersama sejumlah tamu undangan menebarkan benih ikan nila di saluran irigasi di Desa Undaan Tengah, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Selasa (19/10/2021). FOTO ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif.

Kudus, Jateng (ANTARA) - Universitas Diponegoro (Undip)  Semarang, Jawa Tengah, berhasil mengubah selokan yang selama ini menjadi tempat penampungan air irigasi di Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, yang kondisinya cukup kumau, kini diubah menjadi kolam ikan dan tempat budi daya azolla.

"Saluran air yang ada di Desa Undaan Tengah, Kecamatan Undaan, awalnya memang kumuh sekali, kemudian masyarakatnya kami dorong untuk mengubah menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat dan sekaligus lebih bersih," kata Ketua Program Pengabdian Masyarakat Fakultas Peternakan dan Pertanian (FPP) Undip Bambang Sulistiyanto di Kudus, Selasa.

Karena masyarakat desa setempat juga banyak yang beternak unggas, lantas saluran air yang selama ini menjadi tempat penampungan air irigasi dijadikan kolam ikan dan tempat budi daya azolla yang merupakan pakan ternak unggas.

Azolla tersebut, kata dia, bisa juga digunakan untuk memberi pakan ikan sehingga lebih menghemat biaya pakannya.

Selain mendampingi masyarakat mengubah lingkungan yang semula kumuh menjadi bersih dan indah, kata Bambang Sulistiyanto, Undip juga memberikan bantuan 5.000 ekor bibit nila serta bibit azolla sehingga nantinya bisa dikelola masyarakat untuk mendukung perputaran ekonomi masyarakat.

Kepala Desa Undaan Tengah Dedy Arisantiko berterima kasih kepada Undip karena pendampingan selama ini telah membuahkan hasil yang menggemberikan, salah satunya terciptanya kolam ikan dan tempat budi daya azolla.

"Tentunya bisa menjadi penggerak roda perekonomian masyarakat sekitar. Nantinya, ketika budi daya ikan nila dan azolla berhasil bisa menjadi percontohan desa lain," ujarnya.

Apalagi saluran air irigasi tersebut juga tidak mudah mengering, karena saat musim kemarau pun masih tetap ada airnya, demikian  Dedy Arisantiko.

Baca juga: Undip Semarang berikan pendampingan terhadap peternak kalkun Kudus

Baca juga: 370.000 benih ikan ditebar di perairan umum di Kudus

Baca juga: Hidrolog: kualitas air di Kudus kurang baik

Baca juga: Balai Benih Ikan Kudus sulit produksi akibat kemarau panjang

Pewarta : Akhmad Nazaruddin
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar