Seiring level 1, keterisian RS COVID-19 Jakarta jadi empat persen

id PPKM Jakarta,PPKM Level 1,Wagub DKI Jakarta,Riza Patria

Seiring level 1, keterisian RS COVID-19 Jakarta jadi empat persen

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria memberikan pernyataan di Balai Kota Jakarta, Rabu (3/11/2021). ANTARA/Ricky Prayoga.

Jakarta (ANTARA) - Keterisian tempat tidur Rumah Sakit khusus COVID-19 di Jakarta saat ini turun menjadi empat persen, menyusul status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level satu di Ibu Kota .

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menjelaskan bahwa saat ini tempat tidur RS rujukan COVID-19 yang terpakai adalah sebanyak 239 tempat tidur dari 4.721 yang disiapkan atau hanya sekitar empat persen yang terisi.

"Sementara ruang ICU dari 733 tempat tidur, menjadi 83 atau 11 persen," kata Riza di Balai Kota Jakarta, Rabu.

Menurut Riza, kondisi COVID-19 di Jakarta saat ini mengalami perbaikan, terlebih vaksinasi Jakarta juga mengalami perkembangan signifikan.

"Saat ini, vaksinasi di Jakarta untuk dosis satu sudah 10.897.428, kemudian untuk dosis dua sudah 8.398.405 dosis, mudah-mudahan tidak lama lagi beberapa hari ke depan kita sudah mencapai target sebesar 11,4 juta (untuk dosis pertama)," ucapnya.

Menurut Riza, kondisi COVID-19 Jakarta tersebut adalah berkat kerja sama semua pihak yang turut membantu hingga PPKM Jakarta turun menjadi level satu.

"Semua berkat kerja keras semua pihak yang selama ini membantu pemprov, TNI, polri, perguruan tinggi, berbagai organisasi kemasyarakatan, organisasi profesi, LSM dan semua komunitas," ujar Riza.

Sebelumnya, DKI Jakarta mengalami penurunan level PPKM di Jakarta menjadi level satu, setelah terjadinya perbaikan COVID-19.

Namun demikian, Pemprov DKI tetap meminta kepada masyarakat untuk selalu patuh dan disiplin terhadap protokol kesehatan (prokes).

Baca juga: Gubernur: PPKM Jakarta level satu berkat kerja kolosal
Baca juga: Kepgub DKI longgarkan sejumlah aturan pada PPKM level satu

Pewarta : Ricky Prayoga
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar