Menko PMK berharap banyak rekor pecah di Peparnas Papua

id Peparnas, peparnas papua, menko pmk, Muhadjir Effendy, paralimpik

Menko PMK berharap banyak rekor pecah di Peparnas Papua

Menko PMK Muhadjir Effendy (kedua kanan) berbincang dengan Menpora Zainudin Amali (ketiga kiri) dan Ketua National Paralympic Committe (NPC) Indonesia Senny Marbun (kedua kiri) saat menyaksikan babak penyisihan Bulutangkis Peparnas Papua di Gor Cendrawasih, Kota Jayapura, Papua, Sabtu (6/11/2021). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/rwa/pri.

Jayapura (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy berharap ada rekor-rekor yang terpecahkan pada Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI Papua.

"Mudah-mudahan ada beberapa rekor yang bisa dipecahkan, baik nasional maupun internasional," kata Muhadjir, saat meninjau Stadion Lukas Enembe, Jayapura, Sabtu.

Sebagaimana pula pada pergelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua, banyak pula rekor yang terpecahkan.

Baca juga: Menko PMK dan Menpora saksikan pertandingan bulu tangkis Peparnas

Di Stadion Lukas Enembe, Menko PMK menyaksikan pertandingan para atletik dan menyempatkan berbincang dengan atlet dan penyelenggara.

"Saya menyaksikan semua event, semua cabang yang dilombakan dan dipertandingkan semua berjalan baik," katanya.

Bahkan, Muhadjir berkeliling sepanjang hari ke arena-arena olahraga yang digunakan bertanding pada Peparnas Papua.

"Mulai pagi saya lihat badminton hingga sore ini atletik, ada lari, lempar, lompat, semua berjalan baik," kata Muhadjir.

Pada cabang para-atletik, setidaknya sudah ada satu rekor yang terpecahkan, yakni di nomor lompat tinggi T42 oleh Dapiel Bayage.

Dapiel mencatat lompatan setinggi 1,70 meter atau lebih tinggi dari rekor sebelumnya setinggi 1,65 meter yang dibukukannya di Peparnas XV Jawa Barat tahun 2016.

Baca juga: Menpora optimistis Peparnas Papua lahirkan pebulu tangkis dunia

Dengan memecahkan rekor atas namanya sendiri, Dapiel berhak meraih medali emas.

Peparnas Papua diikuti oleh 1.985 atlet penyandang disabilitas dari 34 provinsi yang akan berupaya mencetak sejarah sebagai yang terbaik.

Mereka akan berlomba untuk menyumbangkan keping medali bagi kontingen masing-masing pada Peparnas ke-16 yang digelar pada 6-13 November 2021.

Para atlet berlaga pada 12 cabang olahraga, terdiri atas angkat berat, atletik, boccia, bulu tangkis, catur, judo, menembak, panahan, renang, sepak bola cerebral palsy (CP), tenis lapangan kursi roda, dan tenis meja.

Baca juga: Papua pimpin perolehan medali sementara paraatletik Peparnas

Pewarta : Zuhdiar Laeis
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar