Tim SAR hentikan pencarian bocah terseret banjir di Buru Selatan

id Basarnas Ambon,balita,buru selatan,maluku

Tim SAR hentikan pencarian bocah terseret banjir di Buru Selatan

Tim SAR Basarnas Ambon tujuh hari melakukan operasi pencarian namun tidak menemukan tanda-tanda keberadaan korban, Rivana Seleky, bocah perempuan berusia lima tahun yang dilaporkan terseret banjir dan hilang di laut Kabupaten Buru Selatan. (FOTO ANTARA/daniel)

Ambon (ANTARA) - Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Badan SAR Nasional Ambon, Provinsi Maluku Mustari menyatakan tim SAR telah menghentikan upaya pencarian Rivana Seleky, bocah perempuan lima tahun yang terseret banjir dan hilang di laut Kabupaten Buru Selatan karena hingga tujuh hari pencarian belum ditemukan.

"Sudah satu pekan tim SAR dari Pos SAR Namlea didukung Polairud Polda Maluku dan warga mencari korban yang hilang di Desa Waeturen, Kecamatan Namrole, Kabupaten Buru Selatan namun tidak membuahkan hasil," kata Mustari di Ambon, Sabtu.

Dalam operasi selama tujuh hari, tim SAR yang menggunakan perahu karet sejak pukul 08:00 WIT melanjutkan upaya pencarian dengan membagi dua Search and Rescue Unit (SRU) dengan harapan di hari terakhir ini pencarian korban bisa membuahkan hasil.

"SRU pertama terdiri dari Tim Rescue Pos SAR Namlea bergerak menuju koordinat 3°40 ' 49.20" S - 126° 16' 33.08" E, jarak kurang lebih 5 NM, dan Heading 136° arah tenggara dari LKK," katanya.

Sementara SRU dua menggunakan beberapa long boat bergerak menuju koordinat 3°41 ' 33.50 S - 126°19' 5.14" E, jarak kurang 7 NM, dan Heading 249° arah barat daya dari LKK.

Hingga Jumat (12/11) pukul 17:00 WIT, tim SAR gabungan belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban sehingga tim memutuskan menyudahi pencarian dan kembali ke Desa Waeturan untuk berkoordinasi dengan pihak keluarga korban.

Hasil dari koordinasi tersebut selama operasi SAR dilaksanakan dari hari pertama hingga hari ketujuh korban belum dapat ditemukan sehingga Ops SAR resmi dihentikan atau ditutup.

"Seluruh Unsur Potensi SAR di kembalikan ke satuannya masing-masing dengan ucapan terima kasih," demikian Mustari.

Baca juga: Tim SAR belum temukan bocah lima tahun terseret banjir

Baca juga: Cegah abrasi, warga Buru Selatan harapkan talud pemecah ombak tuntas

Baca juga: Buru dan Buru Selatan butuhkan penyelesaian jalan buka keterisolasian

Baca juga: BNPB: seorang tewas dan 22 luka akibat gempa di Buru Selatan

 

Pewarta : Daniel Leonard
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar