Cuaca pelabuhan di Jakarta berawan pada Kamis

id Cuaca Jakarta, Cuaca pelabuhan Jakarta

Cuaca pelabuhan di Jakarta berawan pada Kamis

Ilustrasi - Cuaca berawan di Jakarta International Container Terminal (JICT) 2 Tanjung Priok, Jakarta Utara. ANTARA/Laily Rahmawaty/am.

Jakarta (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca pelabuhan di DKI Jakarta berawan pada Kamis pukul 07.00 hingga 19.00 WIB.

Dikutip dari akun media sosial Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta pukul 08.50 WIB, cuaca Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, diperkirakan berawan dengan kecepatan angin berhembus dari barat daya ke barat antara 6-15 knot.

Ketinggian gelombang air laut antara 0,5-1,25 meter dan diperkirakan maksimum pasang air laut terjadi pukul 12.00 WIB hingga 1 meter.

BMKG memprakirakan suhu udara di Pelabuhan Tanjung Priok berkisar 27-32 derajat celsius dan kelembaban udara 55-74 persen dengan jarak pandang (visibilitas) 10 kilometer.

Demikian pula prakiraan cuaca, suhu, ketinggian gelombang, serta visibilitas di Pelabuhan Marunda dan Pelabuhan Kalibaru di Cilincing, serta Pelabuhan Sunda Kelapa di Penjaringan.

Sementara itu, di wilayah perairan Jakarta, seperti di perairan Kepulauan Seribu, Teluk Jakarta, dan Laut Jawa Bagian Barat, BMKG memprakirakan cuaca umumnya berawan. Angin bertiup dari arah timur ke selatan dengan kecepatan angin 6-20 knot.

Sementara itu, di daratan Jakarta, khususnya Jakarta Barat, Timur dan Selatan diprakirakan turun hujan ringan pada siang dan sore hari.

Jakarta Pusat dan Jakarta Utara juga berpotensi hujan ringan di siang hari, sedangkan Kepulauan Seribu diperkirakan cerah berawan.

Adapun rata-rata suhu udara di daratan DKI Jakarta berkisar antara 21 sampai 32 derajat celsius, dengan kelembaban udara antara 65-90 persen.

Sedangkan Kepulauan Seribu (26-32 derajat celsius) dengan kelembaban udara berkisar 80-85 persen.

Baca juga: DKI Jakarta hari ini berawan
Baca juga: Rabu, pelabuhan Jakarta berpotensi hujan ringan

Pewarta : Abdu Faisal
Editor: Riza Harahap
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar