SMKN 1 Batulayar diliburkan terdampak banjir Lombok

id Banjir,Lombok,Lombok Barat,Nusa Tenggara Barat

SMKN 1 Batulayar diliburkan terdampak banjir Lombok

Kegiatan belajar mengajar di SMKN 1 Batulayar, Lombok Barat terpaksa diliburkan pasca bencana banjir yang melanda wilayah Kecamatan Batulayar dan Kecamatan Gunung Sari, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.

Mataram (ANTARA) - Kegiatan belajar mengajar di SMKN 1 Batulayar, Lombok Barat terpaksa diliburkan terdampak cukup parah usai banjir yang melanda wilayah Kecamatan Batulayar dan Kecamatan Gunung Sari, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.

Pantauan ANTARA, Selasa pagi, aktivitas belajar mengajar dihentikan akibat kondisi sekolah yang sangat memprihatinkan dan tak layak untuk digunakan.

"Semua ruangan yang berada di lantai bawah dipenuhi dengan lumpur, dokumen banyak yang rusak, dan alat elektronik untuk keperluan belajar mengajar 90 persen tidak bisa berfungsi lagi," kata Bakiriyanto Kepala Sekolah SMKN 1 Batulayar yang ditemui ketika sedang bergotong royong membersihkan areal sekolah.

Tembok sekolah yang berada di tiga lokasi juga ikut roboh. Untuk menuju ke sekolah terpaksa harus melalui jalan kedua yang harus melewati rumah warga sebab jalan utama masih tergenang banjir setinggi satu meter.

Sedangkan untuk kegiatan sekolah, jelasnya, diliburkan selama dua hari mengingat para murid SMKN 1 Batulayar sedang melangsungkan ujian akhir untuk semester ganjil.

"Rencananya aktivitas sekolah akan tetap dilaksanakan di hari Kamis (9/12). Hari ini kita sedang bergotong royong untuk membersihkan lumpur yang ada diruangan lantai bawah serta merapikan kursi, buku, dan meja yang masih bisa digunakan agar sekolah bisa dibuka kembali," katanya.

Dari hasil pantauan, seluruh areal SMKN 1 Batulayar masih tergenang banjir hingga berita ini diturunkan. Bahkan fasilitas untuk praktik di ruang perhotelan seperti kasur, meja, kursi dan fasilitas hotel lainnya dipenuhi dengan lumpur.

Sementara itu, genangan banjir di Sekolah SMKN 1 Batulayar diduga berasal dari luapan air yang berada di sawah dan permukiman warga yang lebih tingggi.

"Lokasi sekolah yang berada di daerah yang lebih rendah dan berbatasan langsung dengan sawah membuat sekolah ini harus menanggung resiko menjadi tempat penampungan air," kata Bakiriyanto.

Baca juga: Sejumlah permukiman di Lombok Barat masih terendam banjir

Baca juga: Di lokasi terdampak banjir Lombok, Polda NTB dirikan dapur umum

Baca juga: Sebagian Pulau Lombok dikepung banjir

Pewarta : Riza Fahriza*Ni Wayan Dewi
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar