Jakarta (ANTARA) - Nigeria menjadi tim ketiga yang memesan tempat di babak 16 besar Piala Afrika 2021 seusai mengalahkan Sudan 3-1 dalam lanjutan penyisihan Grup D di Stadion Roumde Adjia, Garoua, Kamerun, Sabtu waktu setempat (Minggu WIB).

Hasil itu menjadi kemenangan kedua bagi Nigeria yang mantap memuncaki klasemen sementara Grup D dengan raihan enam poin penuh untuk menyusul tuan rumah Kamerun dan Maroko yang sudah lebih dulu lolos.

Samuel Chukwueze, Taiwo Awoniyi dan Moses Simon bergantian menjebol gawang Sudan, yang membutuhkan konversi tendangan penalti Walieldin Khedr untuk mencetak gol balasan, demikian catatan situs resmi CAF.

Baca juga: Maroko ke-16 besar, Ghana terancam tersisih, Malawi hidupkan asa

Tampil menekan sejak sepak mula, Nigeria hanya membutuhkan waktu tiga menit untuk membuka keunggulan atas Sudan ketika umpan Simon diselesaikan sempurna Chukwueze menggunakan kaki kirinya.

Sudan berusaha membalas tetapi percobaan Gumaa Abas Omer, Abdelrazig Omer dan Mohamed Al Rashed masih belum membuahkan hasil.

Sukses meredam gelombang kebangkitan Sudan, Nigeria menggandakan keunggulan mereka tepat di pengujung waktu normal babak pertama melalui sundulan Awoniyi yang memanfaatkan situasi bola mati.

Keunggulan itu kian lebar saat Nigeria langsung mencetak gol lagi dalam menit pertama babak kedua melalui sontekan sudut sempit Simon yang cukup untuk memperdaya kiper Ali Achrine.

Baca juga: Senegal kembali gagal bersinar setelah ditahan seri 0-0 oleh Guinea

Upaya Sudan untuk membalas akhirnya membuahkan hasil ketika mereka memenangi hadiah tendangan penalti lantaran pelanggaran Ola Aina terhadap Mustafa Karshoum dan Khedr yang jadi algojo sukses mencetak gol untuk memperkecil ketertinggalan jadi 1-3 pada menit ke-70.

Skor 3-1 mampu dipertahankan oleh Nigeria yang kini tak lagi dibebani kewajiban menang ketika melakoni pertandingan pemungkas Grup D melawan Guinea-Bissau pada Rabu (19/1).

Sedangkan Sudan wajib menang saat bertemu Mesir apabila ingin memiliki kesempatan untuk lolos ke babak 16 besar.

Pewarta: Gilang Galiartha
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Copyright © ANTARA 2022