855 rumah di Cilacap terendam banjir

id bencana banjir, rumah terendam banjir, banjir di cilacap, sungai ciberem meluap, hujan deras

Ilustrasi saat sejumlah warga korban banjir Bengawan Solo di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Minggu (15/12), mengungsikan harta bendanya. Banjir kini juga merendam 855 rumah di Cilacap, Jawa Tengah. ANTARA FOTO/Aguk Sudarmojo)

Jakarta (ANTARA News) - Sebanyak 855 unit rumah di kawasan perbukitan hulu DAS Ciberem, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, terendam banjir akibat luapan Sungai Ciberem setelah hujan deras mengguyur.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Nugroho, di Jakarta, Selasa, mengatakan, banjir setinggi sekitar satu meter itu terjadi di enam desa di daerah Cilacap, Jawa Tengah, sejak Minggu (15/12).

Banjir merendam Desa Sidareja, Tegalsari, Sidamulya, Margasari, Tinggarjaya, dan Gunungreja Kecamatan Sidareja, Kabupaten Cilacap, dengan tinggi banjir mencapai satu meter. "Sebanyak 55 jiwa atau 20 KK mengungsi di Aula Koramil Sidareja," katanya.

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Cilacap, daerah itu hampir setiap musim penghujan terkena banjir.

BPBD Kabupaten Cilacap, lanjutnya, telah melakukan langkah penanggulangan darurat bencana. Masyarakat dievakuasi ke tempat evakuasi sementara dan logistik seperti mie instan dan air mineral telah disalurkan kepada masyarakat seperti mie instan dan air mineral.

Sebelumnya, ia juga mengingatkan masyarakat Indonesia untuk tetap waspada terhadap ancaman banjir dan tanah longsor mengingat puncak curah hujan baru akan dimulai Januari dan Februari.

Sedangkan untuk daerah Jawa Timur, sebagian Jawa Barat, Lampung bagian selatan dan barat untuk lebih waspada mengingat ada pertemuan angin dari barat laut dan tenggara menyebabkan terjadi konvergensi di daerah Jawa Timur dan sebagian Jawa Tengah sehingga potensi hujan tinggi.

Daerah lain, seperti Lampung bagian selatan dan barat, lanjutnya, juga berpotensi hujan deras pengaruh dari tekanan rendah di Samudera Hindia di sebelah barat daya Lampung.

Pewarta : Virna P Setyorini
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar