Solok (ANTARA News) - Pengusaha kerupuk "karak kaliang" di Kota Solok, Sumatera Barat, kebingungan karena singkong sebagai bahan baku untuk pembuatan penganan ringan tersebut semakin sulit didapatkan.

"Padahal permintaan konsumen semakin tinggi," kata Yusni (35), pelaku industri rumahan kerupuk karak kaliang di Ampang Kualo, Kecamatan Tanjung Harapan, Kota Solok, Kamis.

Ia mengatakan, biasanya dia menerima pasokan dari daerah luar karena petani singkong di Kota Solok tidak sanggup memenuhi permintaan pasar.

"Tapi, belakangan ini pasokan tidak datang lagi. Kalaupun ada, harganya mahal," katanya.

Lebih jauh ia mengatakan, biasanya pemasok menawarkan singkong dengan harga Rp70.000 sampai Rp80.000 per karung, tetapi sekarang harga tersebut melambung menjadi Rp120.000 per karung, dan ironisnya itu pun sulit didapatkan.

Ia mengakui kelangkaan singkong tersebut menyebabkan jumlah produksi karak kaliang menjadi berkurang dan berdampak tidak terpenuhinya permintaan konsumen.

Industri rumahan yang digeluti Yusri merupakan usaha yang diwariskan oleh orang tuanya. Sebelum krisis bahan baku, Yusni mengoperasikan empat tempat produksi, masing-masing memiliki 25 orang karyawan.

"Namun, karena sulitnya singkong sebagai bahan baku, sejak tiga bulan ini saya hanya mengoperasikan dua tempat produksi," katanya.

Dia mengharapkan kelangkaaan singkong dapat menjadi perhatian pemerintah daerah agar usahanya kembali bisa memenuhi permintaan konsumen dan mempekerjakan karyawan seperti dahulu.

Pewarta: Agung Pambudi
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2015