Aset PTPN ke depan memang harus lebih diproduktifkan artiny baik karet maupun kelapa sawit harus ada hilirisasi. Bertahun-tahun kita memproduksi bahan mentahnya saja seharusnya dapat diolah menjadi produksi hampir barang jadi,"
Medan (ANTARA News) - Presiden RI Joko Widodo, Jokowi, meminta agar aset PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III dapat menjadi lebih produktif dengan meningkatkan nilai tambah komoditas tersebut.

"Aset PTPN ke depan memang harus lebih diproduktifkan artiny baik karet maupun kelapa sawit harus ada hilirisasi. Bertahun-tahun kita memproduksi bahan mentahnya saja seharusnya dapat diolah menjadi produksi hampir barang jadi," ujar Presiden Jokowi saat melakukan kunjungan kerja ke kebun karet PTPN III di Sei Karang, Deli Serdang, Sumatera Utara, Sabtu.

Presiden berharap agar jangan sampai indonesia terus mengekspor bahan mentah setelah memproduksi komoditas yang sudah dilakukan berpuluh-puluh tahun.

"Jangan sampai berpuluh-puluh tahun mengekspor bahan mentah, bisa rugi kita. Kalau bisa minimal diproduksi menjadi bahan setengah jadi, syukur-syukur bisa jadi produk jadi," ujarnya.

Menurut presiden, hal tersebut dapat tercapai dengan bantuan penyertaan modal dari pemerintah yang melalui evaluasi terlebih dahulu.

Presiden mencontohkan bahwa komoditas seperti karet dapat diolah menjadi lembar karet yang kemudian bisa di masukan ke industri ban dan produk lainnya, untuk kelapa sawit dapat diolah menjadi minyak goreng, margarin, sabun dan kosmetik

Dalam kunjungan kerja kali ini, Presiden didampingi oleh Menteri Kesehatan Nila F Moeloek dan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Menteri BUMN Rini Soemarno dan Dirut BPJS Kesehatan Fahmi Idris.

(T.A050)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2015