Khofifah Parawansa ingatkan idrus soal program Kementerian Sosial

id khofifah parawansa,idrus markham,menteri sosial,program menteri sosial

Menteri Sosial, Khofifah Parawansa, meninggalkan Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta usai mengikuti sidang Tim Penilai Akhir, di Jakarta, Rabu (29/11/2017). (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

Jakarta (ANTARA News) - Mantan Menteri Sosial, Khofifah Parawangsa, mengingatkan penggantinya, Idrus Marham, soal sejumlah program Kementerian Sosial yang masih harus terus dilanjutkan.

"Pak (Idrus), ingat ya 1 Februari janji saya ke Pak Jokowi kemarin PKH (Program Keluarga Harapan) cair. Pak, 25 Januari janji saya ke Pak Jokowi, bantuan pangan sudah harus sampai ke penerima manfaat, itu bukan barang yang baru bagi Idrus. Dia pengalaman ke masyarakat luas, dan harusnya sudah aktivasi sehingga 1 Februari orang tidak perlu antri panjang karena aktivasi bisa 5-10 menit," kata Khofifah, di lingkungan Istana Presiden Jakarta, Rabu.

Hari ini Presiden Joko Widodo melantik Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, Idrus Marham, menjadi menggantikan Khofifah yang mencalonkan diri sebagai calon gubernur Jawa Timur bersama Bupati Trenggalek, Emil Dardak.

PKH adalah salah satu program pengentasan kemiskinan pemerintahan Jokowi bagi masyarakat dengan memberikan bantuan senilai Rp1,89 juta per tahun yang dapat dicairkan bertahap.

Pencairan tahap pertama tahun ini adalah pada 1 Februari 2018 sebesar Rp500.000.

"Jadi 1 Februari (2018) bisa cair, bantuan pangan per 25 Januari dipastikan sudah sampai ke penerima, artinya tanggal 20 (Januari) ini tim koordinasi sudah jelas, itu sich," tambah Khofifah.

Namun terkait pemutakhiran Basis Data Terpadu (PBDT) diserahkan kepada Markham.

"Saya kemarin sudah meminta untuk diputuskan tim, biar pak menteri baru yang putuskan (PBDT) karena ini menyangkut kerja sama pemerintah badan usaha, kerja sama ini sudah sampai ke Kementerian Keuangan," ungkap Khofifah.

Ia mengaku bahwa pada Kamis (18/1) akan dilakukan serah terima jabatan (sertijab).

"Hatiku di Jawa Timur, tapi masih harus di Jakarta, besok sertijab," tambah Khofifah.

Pada 2018, ditargetkan penerima PKH naik dari 6 juta menjadi 10 juta penerima.

"Saya minta ke sekretaris jenderal siapkan memori untuk bisa dijadikan telaah pada menteri sosial, supaya dia mau mulai start di mana, percepat di mana mereka saya minta mempersiapkan itu sehingga mensos baru bisa lakukan percepatan," tegas Khofifah.

Pewarta : Desca Natalia
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar