Yudhi Chrisnandi jajaki kerja sama kota kembar Lviv

id yuddy chrisnandi,kota kembar,ukraina,militer ukraina,kerja sama ukraina

Duta Besar Indonesia untuk Ukraina, Georgia, dan Armenia, Yuddy Chrisnandi (tengah), seusai mempimpin upacara Harkitnas di Kedutaan Besar Indonesia di Kyiv, Ukraina, Senin, 22 Mei 2017. (Kedutaan Besar Indonesia di Kyiv)

Jakarta (ANTARA News) - Duta Besar Indonesia untuk Ukraina, Yuddy Chrisnandi, untuk menjajaki program kota kembar dengan Lviv di Ukraina, dan mengenalkan Indonesia lebih dekat ke masyarakat dan pemerintah kota Lviv.

"Kami membahas potensi hubungan kota kembar antara Lviv dan Yogyakarta, mengingat kedua kota itu sarat akan kekuatan budayanya," kata Chrisnandi, dalam surat elektroniknya yang diterima di Jakarta, Minggu (18/3).

Di kota terbesar di bagian barat Ukraina itu, dia diterima Wali Kota Lviv, Andriy Sadoviy, di kantornya.

Sepekan sebelumnya, Chrisnandi juga menyambangi Kharkiv dalam rangka program kota kembar antara Kharkiv dengan alternatif pilihan, Bandung atau Surabaya. Kerja sama yang sudah terjalin adalah Kiev dan Jakarta.

Chrisnandi menyampaikan terima kasih telah diterima sang wali kota berusia 49 ini. Bagi dia, ini adalah tata krama Indonesia dimana selalu beranjangsana dengan kepada petinggi setempat sebelum mengekplorasi daerah itu.

Sambutan hangat ditunjukkan Sadoviy yang telah memimpin Lviv sejak 2006 lalu. Mereka sepakat hubungan Indonesia dengan Ukraina, terkhusus Lviv, wajib terus dikuatkan.

Sadoviy merupakan tokoh muda yang tercatat sebagai orang berpengaruh urutan ke-114 di Ukraina (Forbes, 2009).

Saat ini, ada dua pelajar asli asal Lviv kini sedang menempuh pendidikan di Indonesia dengan beasiswa Darmasiswa. Sementara satu pelajar lainnya mengambil pendidikan magister di Bandung melalui program beasiswa Kemitraan Negara Berkembang.

Chrisnandi pun menekankan, kerja sama ini perlu ditingkatkan menjadi kolaborasi antar universitas. "Kami akan usulkan kerjasama antara universitas di Lviv dan di Indonesia," kata dia.

Di Lviv terdapat 12 universitas, delapan akademi dan puluhan institut. Universitas paling terkenal di Lviv adalah Lviv National University of Ivan Franko dan National University of Polytechnic.

Dia menyampaikan inisiatifnya agar Indonesia bisa bergabung di pagelaran-pagelaran budaya di Lviv.

"Apabila ada program-program budaya tahunan di Lviv, maka KBRI Kiev berkeinginan untuk berpartisipasi," kata dia.

Lviv berdiri pada 1240 dan berada 540 km ke arat barat kota Kiev dan sekitar 70 km dari perbatasan Ukraina dan Polandia. Kota Lviv berpenduduk 700.000 jiwa ini dikenal sebagai ibukota Galisia atau ibukota Ukraina bagian barat.

Pusat kota Lviv menjadi salah satu warisan dunia yang diakui UNESCO. Arsitektur kota Lviv menyimpan jejak-jejak peninggalan zaman kerajaan Polandia dan Austro-Hongaria. Kecantikan kotanya membuatnya dijuluki Little Vienna atau Little Paris di Eropa timur.

Lviv dikenal sebagai sebagai pusat industri berat. Produk yang dihasilkan antara lain trem, bus listrik, suku cadang mobil, lokomotif, tank dan kendaraan lapis baja. Pesawat transport sipil dan militer Antonov, dibuat di Ukraina.

Selain itu, kota ini juga dikenal dengan industri makanan dan minuman, di antaranya permen cokelat dan bir. Dalam 10 tahun terakhir, Lviv juga dikenal karena industri pariwisata dan IT nya, Softserv.

Nama- nama perusahaan yang terkenal antara lain Electrontrans memproduksi trem dan bus listrik, Fujikura Automotive Ukraine Lviv memproduksi suku cadang mobil mobil di Eropa dan Bader Ukraina memproduksi sukucadang mobil BMW dan VW.

Pewarta : Jaka Sugianta
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar