Pengusaha transportasi harus didisiplinkan soal keselamatan

id Cuaca ekstrem,BMKG prakiraan cuaca,Ketua DPR RI,Bambang Soesatyo,km sinar bangun,kementerian perhubungan,korban kapal tenggelam

Dokumentasi Kepala Badan SAR Nasional, Marsekal Madya TNI M Syaugi (kanan), memberi penjelasan perkembangan operasi SAR gabungan korban KM Sinar Bangun, di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Rabu lalu. Menteri Perhubungan, Budi Sumadi (kiri), hadir dalam penjelasan bersama itu. Pemerintah membentuk tim pendaftaran orang hilang yang terindikasi korban KM Sinar Bangun, tim pencarian dan pertolongan, tim fakta penyebab kecelakan, tim penanganan korban, tim pemulangan korban, tim pusat media serta melakukan pencarian korban dalam tujuh hari ke depan dan apabila diperlukan akan ditambah tiga hari. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

Jakarta (ANTARA News) - Ketua DPR, Bambang Soesatyo, di Jakarta, Kamis, menyatakan, Kementerian Perhubungan agar selalu memeriksa kelaikan dan keselamatan opersional moda transportasi udara, darat, laut, maupun perairan/penyeberangan danau dan selat.

Soesatyo itu juga mendorong Kementerian Perhubungan mendisiplinkan para pengusaha transportasi, agar mentaati peraturan tentang keselamatan perjalanan. "Prosedur standar operasional keselamatan setiap moda transportasi harus benar-benar dipatuhi, termasuk moda transportasi yang dikelola BUMN," katanya.

Sehingga tidak lagi terjadi kecelakaan mematikan, di antaranya KM Sinar Bangun tenggelam, di perairan Danau Toba, Sumatera Utara, baru-baru ini.

Walau ada otoritas pemerintah yang berwenang dan bertanggung jawab soal ini, namun banyak hal aturan keselamatan dan keamanan pelayaran pada kasus itu yang tidak dilaksanakan secara semestinya, mulai dari ketiadaan manifes pengikut, ketiadaan rompi pelampung-keselamatan, kelebihan parah jumlah pengikut dan muatan, dan sebagainya. 

Ia juga mendorong BMKG dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana untuk mengadakan studi kelayakan pada daerah potensi bencana sebagai antisipasi bencana alam akibat cuaca ekstrem.  

"BMKG dan BNPB juga harus terus memutakhirkan informasi cuaca untuk mengantisipasi kemungkinan dampak cuaca ekstrim, kemungkinan kecelakaan pada transportasi," katanya.

Ia juga mengingatkan pemerintah daerah --terutama daerah yang berpotensi terjadi bencana alam-- agar bersiap siaga menyikapi cuaca ekstrim di daerahnya masing-masing.

Pemerintah pusat maupun daerah diimbau bersiaga menyikapi prediksi cuaca ekstrem selama sepekan ke depan guna mengantisipasi kemungkinan musibah yang tidak diharapkan.

Ia merujuk hasil prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisikayang tentang perkiraan potensi cuaca ekstrem dalam sepekan ke depan. 

"Pemerintah pusat maupun daerah agar bersiap siapa mengantisipasi kemungkinan adanya musibah bencana alam maupun kecelakaan transportasi di daerahnya masing-masing," katanya.
 
Menurut Soesatyo, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan dan Badan SAR Nasional agar segera berkoordinasi dengan BMKG untuk terus mendapatkan informasi terkini prakiraan cuaca.

Pewarta : Riza Harahap
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar