Adik Herman Hery bantah kakaknya terlibat perkelahian

id herman hery,penganiyaan,pemukulan

Ilustrasi pemukulan. (ANTARA News / Ridwan Triatmodj)

Jakarta (ANTARA News) - Yudi Adranacus, adik anggota DPR RI Herman Hery, membantah kakaknya berada di lokasi perkelahian sebagaimana yang diungkapkan Ronny Yuniarto Kosasih, orang yang melaporkan Herman ke polisi.

Menurut Yudi di Polres Metro Jakarta Selatan, Jakarta, Senin (25/6), yang terlibat insiden itu adalah dirinya beserta sopirnya, Pardan, yang saat kejadian tengah mengemudikan mobil bernopol B 88 NTT.

Yudi mengungkapkan kronologi kejadian versinya.

"Awalnya kami masuk ke jalur TransJakarta. Sopir saya yang mengendarai, saya duduk di kursi belakang. Tiba-tiba kendaraan di depan, ditilang polisi. Dia berhenti. Kami juga ikut berhenti," kata Yudi.

Kemudian, kendaraan Yudi diminta mundur oleh Ronny. Namun, pihaknya tidak bisa mundur karena di belakangnya ada kendaraan lain.

"Kami disuruh mundur oleh mobil di depan, menghindar ditilang. Akan tetapi, tidak bisa, di belakang ada bus," katanya.

Kendaraan Ronny akhirnya ditilang polisi.

Selanjutnya, Yudi mengatakan bahwa Ronny menghampiri kendaraan Yudi dan memukul kap mesin kendaraannya.

"Dia gebrak mobil. Saya spontan keluar untuk menanyakan alasannya, kemudian saya ditonjok," katanya.

Pardan, si sopir, berupaya melerai Yudi dan Ronny dan akhirnya terjadi perkelahian antara Ronny dan Pardan.

"Sopir saya keluar dan melerai Ronny dan saya. Akan tetapi, malah dia ditonjok," katanya.

Pardan kemudian melapor ke Polres Metro Jakarta Selatan pada tanggal 11 Juni 2018 dengan nomor laporan LP/1081/K/IV/2018/Restro Jaksel.

Dalam laporan tersebut, tertera pelapor atas nama Pardan, sedangkan terlapor masih dalam penyelidikan.

Pardan pun telah menjalani pemeriksaan sebagai pelapor.

Baca juga: Pengemudi adik Herman klarifikasi perkelahiannya dengan Ronny

Baca juga: Pelapor tidak pernah sebut Herman Hery

Baca juga: Polisi akan periksa pelapor anggota DPR Herman Hery

Pewarta : Anita Permata Dewi
Editor: Unggul Tri Ratomo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar