Pebalap Ayustina tak menyangka bisa masuk final

id ayustina delia priatna, 3000m individual putri,asian games 2018

Atlet balap sepeda putri saling beradu cepat pada Kategori Omnium Scratch Putri Balap Sepeda Track Asian Games ke-18 tahun 2018 di Velodrome Rawamangun, Jakarta, Rabu (29/8/2018). (ANTARA FOTO/INASGOG/Mohammad Ayudha)

Jakarta (ANTARA News) - Pebalap sepeda putri Ayustina Delia Priatna tak menyangka dirinya bisa masuk final nomor balapan track 3.000m individual pursuit putri Asian Games 2018 yang digelar di Jakarta International Velodrome, Kamis.

"Sebenarnya tidak ada kepikiran sama sekali masuk final apalagi tadi start sama Korea yang memegang rekor.  Pokoknya tidak usah drop, yang penting pecahin rekor diri sendiri dulu, tidak ada pikiran untuk menang atau gimana," ungkap Ayustina usai perlombaan.

Ayustina lolos ke babak final perebutan tempat ketiga setelah mampu menembus tiga besar klasemen di babak kualifikasi dengan waktu 3 menit 43,387 detik walau catatan waktunya jauh lebih lambat dibandingkan saingannya di heat 5 yaitu pebalap Korea Jumi Lee dengan 3 menit 33,048 detik.

Dengan hasil itu Lee memecahkan rekor Asia sebelumnya, 3 menit 34 ,198 detik yang dia ciptakan sendiri di kejuaraan Asia di Malaysia 2018.

Rekor Lee pada Kamis juga menjadi rekor baru Asian Games untuk disiplin 3.000m individual pursuit putri setelah sebelumnya dipegang oleh Fan Jiang dari China dengan 3 menit 37,105 detik yang di ciptakan di Asian Games Guangzhou 2010.

Keluar sebagai terbaik ketiga klasemen kualifikasi, Ayustina kemudian maju ke babak final perebutan tempat ketiga melawan pebalap Chinese Taipei Ting Ying Huang.

Namun sayang, Ayustina Delia Priatna gagal mengamankan medali perunggu bagi Indonesia.

Catatan waktu Ayustina di final, 3 menit 49,960 detik, dikalahkan oleh Huang yang melahap balapan sejauh 3.000 meter itu dengan waktu 3 menit 45,449 detik untuk merebut medali perunggu.

Sebelumnya pada Rabu, Ayustina, yang dasarnya adalah pebalap road race, juga diturunkan di disiplin omnium putri, yang merupakan decathlonnya balap sepeda.

Balapan omnium terdiri dari empat disiplin itu, yaitu scratch race, tempo race, elimination race, dan point race yang harus diselesaikan dengan baik. Artinya pengumpulan poin per poin dari empat disiplin tersebut dikumpulkan untuk menentukan posisi pebalap di klasemen dan juara.

Skala poin yang diberikan di tiga balapan pertama masing-masing 40 untuk peringkat pertama, 38 untuk kedua, 36 untuk ketiga dan seterusnya.

"Bermain di banyak menguras tenaga pasti. Karena kemarin kan balapan dari pagi sampai malam," kata Ayustina.

Tapi Ayustina mengaku menikmati balapan hari ini karena memang tidak memasang target yang ambisius.

Ayustina di balapan hari ini berhasil memecahkan rekor dirinya sendiri ketika latihan di yaitu angka 3 menit 50 detik.

 

Pewarta : Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar