22 kabupaten/kota di Jawa Barat hadapi kekeringan

id kekeringan jawa barat,musim kemarau,dampak kekeringan

Arsip Foto. Petani memompa air dari telaga yang mulai mengering di Balongan, Indramayu, Jawa Barat, Senin (13/8/2018). Berdasarkan data Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Jabar, sedikitnya 12.572 hektare lahan pertanian di 19 kabupaten terdampak kekeringan. (ANTARA FOTO/Dedhez Anggara)

Bandung (ANTARA News) - Sebanyak 22 kabupaten/kota di Jawa Barat sejak Agustus menghadapi kekeringan dan kekurangan pasokan air bersih.

"Pada 5 September tercatat 286.802 kepala keluarga kekurangan air bersih," kata Kepala Pusat Pengendalian Operasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat Budi Budiman saat dihubungi lewat telepon dari Bandung, Rabu.

Kekeringan antara lain melanda daerah-daerah di wilayah Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kabupaten Puwarkarta, Kota Sukabumi, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Karawang, Kabupaten Cianjur, dan Kabupaten Bandung Barat.

Kabupaten Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Garut, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Indramayu, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, Kabupaten Kuningan, Kota Banjar, Kabupaten Ciamis, dan Kabupaten Pangandaran juga merasakan dampak kekeringan akibat musim kemarau yang lebih panjang tahun ini.

Lahan pertanian yang terdampak kekeringan di Jawa Barat luasnya sampai 41.946 hektare.

"Provinsi Jawa Barat sudah menetapkan siaga darurat kekeringan dengan SK Gubernur Jawa Barat sejak tanggal 1 Agustus sampai 31 Oktober," kata Budi.

Guna menekan dampak kekeringan, BPBD bersama pemerintah daerah setempat telah menyalurkan 4,3 juta liter bantuan air bersih kepada warga yang kesulitan mendapat air di daerah-daerah yang mengalami kekeringan.

"BPBD Kabupaten/kota juga selalu berkoordinasi dengan instansi terkait untuk kekeringan yang berdampak pada lahan pertanian," kata dia.

Baca juga:
BMKG ingatkan adanya potensi kekeringan di Jawa Barat
Di Jawa Barat, 9.311 hektare sawah kekeringan

Pewarta : Asep Firmansyah
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar