Menkominfo: 450 URL video pengeroyokan diblokir

id Kominfo, video, persija, haringga, persib

Menkominfo Rudiantara memberikan keterangan kepada wartawan di Gedung Kominfo, Jakarta, Rabu (26/9). (Dyah Dwi)

Jakarta (ANTARA News) - Sebanyak 450 url (uniform resource locator) video pengeroyokan yang menewaskan seorang pendukung Persija di Gelora Bandung Lautan Api telah diblokir hingga Rabu, kata Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara.

"Sudah 450 url kami blok karena tidak bagus untuk masyarakat seolah mengajak masyarakat melakukan hal demikian," kata Menkominfo di Gedung Kominfo, Jakarta, Rabu.

Baca juga: Kominfo minta platform medsos kaji ulang video populer

Pada Senin (24/9), Kominfo telah mengirimkan kepada platform media sosial untuk melakukan take down lebih dari 130 url video pengeroyokan yang berujung pada tewasnya seorang pendukung Persija, Haringga Sirila (23), tersebut.

Selanjutnya pada Selasa (25/9), Kominfo melakukan pengecekan terhadap unggahan-unggahan baru di media sosial dan ditemukan lebih dari 300 url baru yang langsung dilaporkan kepada platform media soal.

Hingga kini Kominfo masih terus mengecek unggahan baru video tersebut yang muncul untuk dimintakan agar ditutup oleh platform media sosial.

Selain itu, Kominfo mengimbau masyarakat untuk tidak mengunggah dalam media sosial dan menyebarluaskan melalui pesan yang sulit terjangkau oleh Kominfo karena masuk pada ranah pribadi.

Menkominfo pun akan melakukan pertemuan dengan pihak Persib untuk membicarakan lebih lanjut perlu tidaknya penindakan selain di dunia maya.

Baca juga: Warganet diminta tidak sebarkan video pengeroyokan supporter Persija

Sebelumnya, warganet dibuat resah karena menemukan video pengeroyokan terhadap seorang Jakmania, atau pendukung Persija, bernama Haringga Sirla, di media sosial.

Haringga dipukuli massa hingga tewas saat dirinya berada di luar Stadion untuk menonton laga Liga 1 Persib versus Persija di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Minggu (23/9).

Pewarta : Dyah Dwi Astuti
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar