1.555 kafilah ikut lomba MTQ Nasional di Sumut

id mtqn sumut,mtqn 2018,mtqn ,mtqn XXVII,kafilah lomba mtq

1.555 kafilah ikut lomba MTQ Nasional di Sumut

Menag Lukman Hakim Saifuddin menyerahkan piala bagi juara MTQN ke XXVI tahun 2016 di Mataram NTB. (kemenag.go.id/foto:syams).

 Medan  (ANTARA News) - Sebanyak 1.555 kafilah tercatat menjadi peserta lomba di Musabaqah Tilawatil Quran Nasional (MTQN) di Medan, Sumatera Utara.

 "Peserta 1.555 itu sudah hasil seleksi dari yang mendaftar sebanyak 1.836 orang. Ada yang tidak lolos antara lain karena kepesertaan ganda seperti dari Bengkulu dan Sumatera Selatan," ujar Kasubdit Lembaga Tilawah dan Musabaqah Quran dan Hadist Kementerian Agama, Zainal Muttaqin di Medan, Kamis.

 Peserta itu akan mengikuti 12 cabang dengan 23 golongan perlombaan MTQN XXVII yang digelar di Sumut mulai 4 -12 Oktober 2018.  Adapun kepesertaan dari Sulawesi Tengah, menurut dia, belum ada kepastian pascagempa dan tsunami.

 "Peserta dari beberapa provinsi sudah hadir dan sudah mendaftar yang dilangsungkan mulai tanggal 3 hingga 5 Oktober," ujarnya.

 Sekretaris Panitia Daerah MTQN, H Hafifi mengatakan, kepanitian melibatkan semua pemerintah kabupaten/kota di Sumut.

 Dia menjelaskan, setelah pendaftaran menggunakan

"finger print" atau pemindai sidik jari peserta selesai, maka pada tanggal 5 Oktober malam akan digelar Malam Ta`aruf atau "welcome dinner" di Istana Maimoon.

Di acara itu akan diserahkan trofi bergilir MTQN dari Provinsi Nusa Tenggara Barat untuk kemudian diserahkan kepada Pemprov Sumut sebagai tuan rumah MTQN XXVII.

 Adapun pelantikan dewan hakim dan panitera dilakukan tanggal 6 Oktober.

  Sementara perlombaan dilakukan pada 7-11 Oktober di 12 titik lokasi Medan dan Deliserdang.

 Adapun penutupan MTQN oleh Wakil Presiden Yusuf Kalla, rencananya dilakukan pada 12 Oktober di Arena Utama di Jalan Pancing.

Baca juga: Sumut dapat mandat tuan rumah MTQN 2018
Baca juga: Menag: raih prestasi di MTQN dengan kejujuran

 

Pewarta : Evalisa Siregar
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar