INAPGOC fokuskan tiga hal selama penyelenggaraan

id asian para games,inapgoc,raja sapta oktohari

Sejumlah pengunjung kawasan Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta melewati area festival Asian Para Games 2018 pada Minggu (07/10/2018). Beberapa tenda pameran masih tampak tutup meskipun penyelenggaraan APG 2018 sudah masuk hari kedua. (Antara/Imam Santoso)

Jakarta (ANTARA News) - Panitia Penyelenggara Asian Para Games 2018 (INAPGOC) memfokuskan tiga hal yaitu arena pertandingan, makanan, transportasi bagi atlet dan ofisial guna antisipasi persoalan hingga upacara penutupan pada 13 Oktober.

"Pada hari pertama dan kedua pertandingan tentu ada hal-hal yang kurang sedikit di kanan dan kiri. Tapi, kami selalu perhatikan soal arena pertandingan, makanan, dan transportasi. Kami lakukan evaluasi setiap menit," kata Ketua INAPGOC Raja Sapta Oktohari di sela-sela kunjungan ke pertandingan bulu tangkis di Stadion Istora Senayan, Minggu.

Okto mengatakan persoalan yang sempat muncul di arena pertandingan seperti lift untuk pengguna kursi roda dan kepulangan para peserta upacara pembukaan terkait transportasi dapat teratasi menyusul komunikasi yang cepat dengan semua pihak, termasuk Komite Paralimpiade Asia (APC).

"Kalau dalam pertemuan komandan-komandan kontingen pasti selalu ramai. Kami memang butuh masukan dari mereka karena selalu saja ada masalah yang muncul. Tapi, kami belum menemukan persoalan di lapangan," kata Ketua Umum Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI) itu.

Selain memastikan arena pertandingan, makanan, dan transportasi bagi atlet-atlet dan ofisial perserta Asian Para Games 2018, INAPGOC mengaku kunjungan masyarakat di kawasan GBK sebagai lokasi utama pertandingan akan terus meningkat menyusul upacara pembukaan.

"Kalau kita lihat di arena-arena pertandingan, kunjungan masyarakat sudah cukup tampak, termasuk di bulu tangkis. Kalau di lokasi festival, tentu kunjungan akan semakin ramai pada sore hari," kata Okto.

Pantauan Antara di sejumlah lokasi festival yaitu di Zona Inspirasi dan Zona Semangat di kawasan GBK Senayan, Jakarta, Minggu siang, tampak lengang meskipun terdapat beberapa pengunjung.

INAPGOC juga melibatkan komunitas disabilitas sebagai pengendara ojek sepeda motor roda tiga bagi para pengunjung disabilitas dalam kawasan GBK.

Baca juga: INAPGOC: Olahraga adalah bahasa pemersatu Indonesia

Baca juga: INAPGOC sampaikan duka kepada korban gempa di Indonesia

Baca juga: INAPGOC siapkan area khusus bagi pengguna kursi roda

Pewarta : Imam Santoso
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar