Sambut Hari Ibu, 100 anak di Kediri basuh kaki ibunya

id 100 anak di Kediri,basuh kaki ibu

Sambut Hari Ibu, 100 anak di Kediri basuh kaki ibunya

Aksi Telapak Tangan Ibu dan Anak Seorang siswa Sekolah Dasar (SD) beserta Ibunya menempelkan cap telapak tangan di atas kain putih saat peringatan Hari Ibu di Kediri, Jawa Timur, Sabtu (20/12). Aksi 10.000 cap tangan Ibu dan Anak tersebut dalam rangka memperingati Hari Ibu yang di ikuti ribuan siswa SD/MI se-Kabupaten Kediri, Sebagai simbol kebersamaan dan kasih sayang Ibu kepada Anaknya. ANTARA FOTO/Rudi Mulya

Oleh Destyan Hendri Sujarwoko dan Asmaul Chusna

Kediri, Jatim, (ANTARA News) - Sekitar 100 anak mengikuti kegiatan membasuh kaki ibunya dalam acara prosesi membasuh kaki ibu memperingati Hari Ibu, 22 Desember 2018 di Gedung Olahraga (GOR) Jayabaya Kota Kediri, Jawa Timur.

"Ini adalah peringatan Hari Ibu nasional bahkan internasional. Kami di Kediri juga menyelenggarakan acara memperingati Hari Ibu," kata Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga Kota Kediri Nur Muhyar di Kediri, Sabtu (22/12) malam.

Pihaknya sengaja melibatkan anak-anak muda di Kediri dalam rangkaian peringatan Hari Ibu tersebut. Pemkot sangat mendukung acara tersebut, sebab memberikan hal yang positif, bisa sebagai inspirasi bagi anak-anak muda untuk menghargai ibunya.

"Kegiatan basuh kaki ini tentunya menumbuhkan hal positif dan menjadi inspirasi bagi anak-anak menghormati ibu dan menjadi spirit untuk tetap maju ke depan dengan restu ibu. Ke depan, kami akan membuat kemasan lebih baik lagi," kata Nur.

Sementara itu, panitia acara David CB mengatakan konsep basuh kaki ibu ini digelar dengan harapan agar anak-anak bisa lebih menghormati ibunya.

"Jadi anak-anak membasuh kaki ibunya. Ada prosesi dengan acara membasuh itu," kata David.

Andriani, salah seorang ibu yang ikut acara membasuh kaki ibu itu mengaku dirinya sangat terharu melihat anaknya dengan setulus hati membasuh kakinya. Dirinya teringat pada ibunya sendiri, sebab di Hari Ibu ini tidak bisa secara langsung membasuh kaki ibunya, karena tinggal di Nias, Sumatera.

"Ini baru pertama kali dan saya terkesan, di mana saya sebagai orang tua, ibu, tidak bisa membasuh kaki ibu saya sendiri. Ibu saya di Nias, Sumatera. Jadi, saya terkesan dibasuh kaki saya oleh anak," kata dia.

Ia mengatakan, peran ibu memang sangat luar biasa. Kegiatan ini turut serta memberikan pengertian pada anak bahwa seorang ibu dimana pun berada, walaupun jauh tetap akan di hati anaknya.

Dirinya berharap ke depan anak-anaknya juga lebih menghormati ibunya dengan menuruti perintah. Ia ingin agar anak-anaknya juga lebih menurut, tidak selalu bermain gawai.

Jasmin, putri dari Andriani mengaku sedih saat prosesi membasuh kaki ibu tersebut. Ia sadar, selama ini masih suka membantah perintah ibunya serta tidak selalu menurut.

"Sedih tapi ada rasa senangnya bisa membasuh kaki ibu. Ingatnya suka bantah mama, suka tidak menurut, sering main telepon, dibilangin berhenti (bermain telepon seluler) tidak mau. Dengan ini, saya lebih menghargai pengorbanan mama dan cinta mama. Dan saya ingin agar semoga sehat, umurnya panjang," kata Jasmin.

Kegiatan itu digelar di GOR Jayabaya Kota Kediri. Hadir dalam acara ini Wakil Wali Kota Kediri Lilik Muhibbah, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), para ibu dan anaknya dan sejumlah tamu undangan lainnya.

Baca juga: Pramuka gelar aksi basuh kaki ibu

Baca juga: 1.500 pelajar mendongkrak budaya Kediri

Baca juga: Anak-anak peringati Hari Ibu dengan membasuh kaki ibu

Pewarta : Destyan H. Sujarwoko dan Asmaul Chusna
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar