Bawaslu jalin kerja sama dengan Perludem dan Mafindo

id Bawaslu abhan,bawaslu,hoax,kerja sama bawaslu,pemilu

Ketua Badan Pengawas Pemilu, Abhan (tengah), seusai penandatanganan kerja sama dengan Perludem, Mafindo, IPC dan media massa hukum Online. (ANTARA News/Rangga Jingga)

Jakarta (ANTARA News) - Badan Pengawas Pemilu menjalin kerja sama dengan Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) dan Masyarakat Anti-Fitnah Indonesia (Mafindo) untuk memberikan pendidikan pemilih, penanganan konten disinformasi dan ujaran kebencian di media daring. 

"Kerja sama dengan Perludem dan Bawaslu sangat ideal, karena ini merupakan era media, era siber, tidak bisa dipungkiri begitu masif pemberitaan," kata Ketua Bawaslu, Abhan, dalam penandatanganan kerja sama di Pusat Media Badan Pengawas Pemilu, Jakarta, Selasa. 

Abhan mengatakan, masifnya pemberitaan di media daring diliputi dengan maraknya penyebaran disinformasi atau informasi hoaks dan fitnah. 

Dia menekankan  seluruh pihak memiliki kewjiban bersama untuk memberikan informasi objektif yang bisa memberikan referensi pemilih yang benar. 

"Belakangan sangat masif informasi ujaran kebencian. Mudah-mudahan kerja sama ini dapat kita tindaklanjuti dengan kerja konkret dalam rangka membangun demokrasi  Indonesia yang lebih baik," jelasnya. 

Abhan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menjalin kerja sama dengan Bawaslu dalam rangka pengawasan pemilu bersama. 

Pendiri Mafindo Harry Sufehmi mengatakan sebagai organisasi yang memiliki perhatian besar dalam upaya menangkal hoaks dan fitnah di media sosial, pihaknya tidak bisa bekerja sendiri dalam menanggulangi hoaks. 

Dia berharap kerja sama dengan Bawaslu, dalam konteks kepemiluan akan memperbesar upaya Mafindo dalam berkontribusi mewujudkan demokrasi yang lebih baik.

Sementara itu Direktur Eksekutif Perludem Titi Anggraini mengatakan dalam kerja sama itu pihaknya akan bertugas memberikan pendidikan politik kepada pemilih, melakukan analisis konten yang mengandung informasi bohong dan ujaran kebencian hingga melakukan pelaporan kepada Bawaslu terkait konten-konten yang mengandung hoaks, ujaran kebencian dan fitnah.

"Bawaslu dan kami akan berkolaborasi melakukan pendidikan politik. Bawaslu akan berbagi data dan informasi berkaitan temuan dan penanganan laporan pelanggaran yang mengandung aspek, hoaks, fitnah dan ujaran kebencian," ujar Titi. 

Selain menjalin kerja sama dengan Perludem dan Mafindo, Bawaslu juga melakukan kerja sama dengan Indonesian Parliamentary Center (IPC), dalam rangka optimalisasi pengelolaan dan pelayanan informasi kelembagaan kepemiluan serta kerja sama dengan media hukum Online.

Pewarta : Rangga Jingga
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar