Anggota Brimob tertembak di Nduga dirawat intensif di RSUD Mimika

id polisi nduga,korban nduga,polisi tewas

Ilustrasi pengantaran jenazah alat negara korban kontak senjata dengan kelompok sipil bersenjata. (ANTARA FOTO/HO-Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih)

Timika (ANTARA) - Jajaran RSUD Mimika, Papua, merawat secara intensif dua anggota Brimob yang terluka dalam kontak senjata dengan kelompok sipil bersenjata, di Distrik Mugi, Kabupaten Nduga, Rabu pagi ini.

Mereka adalah Bhayangkara Dua Polisi Ravi Fitrah Kurniawan dan Inspektur Dua Polisi Arif Rahman. Kontak senjata antara personel TNI dan Kepolisian Indonesia dengan kelompok sipil bersenjata sudah berulang kali terjadi, dan korban jiwa sudah cukup banyak jatuh di sisi alat negara.

Direktur RSUD Mimika, Dr Evelyn Pasaribu, di Timika, Rabu, mengatakan, satu dari kedua personel Brigade Mobil Kepolisian Indonesia yang terluka itu langsung dioperasi.

"Memang betul tadi pagi kami menerima dua anggota Brimob yang terluka akibat kontak tembak di Nduga. Satu orang langsung dioperasi. Sementara satu orang lagi dalam kondisi meninggal dunia," jelas Pasaribu.

Humas RSUD Mimika, Lucky Mahakena, mengatakan, anggota Satuan Tugas Belukar Brigade Mobil Kepolisian Indonesia yang gugur dalam kontak tembak dengan kelompok sipil bersenjata di Distrik Mugi Nduga itu adalah Bhayangkara Dua Polisi Aldy.

"Untuk korban meninggal dunia, sempat dibawa ke UGD RSUD Mimika, namun setelah dinyatakan sudah meninggal lalu dibawa ke kamar jenazah untuk divisum. Jenazah korban saat ini sudah dibawa ke Markas Batalion B Brimob Polda Papua di Mil 32 Timika. Rencananya jenazah korban akan diterbangkan esok pagi ke Kalimantan Timur," kata Mahakena.

Kurniawan luka tembak pada bagian dada kanan bawah ketiak dan Rahman luka tembak pada bahu kiri tembus hingga punggung.

"Dari dua korban yang terluka, satu kondisinya kritis sehingga langsung kami lakukan tindakan operasi besar. Sekarang ini masih ditangani di ruang ICU pascaoperasi. Sementara satu korban lagi kondisinya sedikit stabil namun perlu penanganan intensif," kata Mahakena.

Kontak tembak antara personel Satuan Tugas Belukar Brigade Mobil Kepolisian Indonesia dengan orang-orang sipil bersenjata di Distrik Mugi, Nduga, terjadi sekitar pukul 07.20 WIT Rabu, saat mereka sedang melaksanakan pengamanan bandara setempat.

Pemindahan korban meninggal menggunakan helikopter Pusat Penerbangan TNI AD dari Mugi dan mendarat di Bandara Mozes Kilangin, Timika, sekitar pukul 09.00 WIT. Sementara pemindahan dua korban luka menggunakan helikopter Bell 412/P-3003 Kepolisian Indonesia bernomor registrasi P-3003. 

Pewarta : Evarianus Supar
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar