Sriwijaya buka jalur penerbangan Nanning-Manado

id penerbangan dari China ke Manado,Sriwijaya Air

Dubes RI untuk China Djauhari Oratmangun (lima kiri) memimpin peresmian penerbangan perdana dari Bandar Udara Internasional Wuxu di Nanning, China, menuju Manado, Sulut, Selasa (2/4) (Istimewa)

Nanning (ANTARA) - Maskapai penerbangan Sriwijaya Air membuka jalur penerbangan dari Nanning, China, menuju Manado, Sulawesi Utara, mulai Selasa.

Sriwijaya akan melayani penerbangan dari Ibu Kota Daerah Otonomi Guangxi itu dua kali dalam sepekan, yakni setiap Selasa dan Sabtu, dengan menggunakan pesawat jenis Boeing 737-800 berkapasitas 185 penumpang.

"Rute baru ini dipastikan akan meningkatkan hubungan kedua negara dan mendukung arus wisatawan dari Tiongkok ke Indonesia," kata Duta Besar RI untuk China Djauhari Oratmangun.

Selain itu, rute baru tersebut juga akan mengenalkan objek-objek wisata di Manado kepada para wisatawan di Nanning.

Pembukaan jalur baru itu dimeriahkan tari-tarian tradisional Nusantara oleh para pelajar Indonesia yang melanjutkan pendidikan di China.

"Manado memiliki pantai, pemandangan alam bawah laut, gunung, dan kuliner yang lezat. Manado tidak kalah cantik dengan Bali," kata Dubes didampingi Konsul Jenderal RI di Guangzhou Gustanto yang hadir dalam peresmian penerbangan perdana dari Bandar Udara Internasional Wuxu itu.

Sebelumnya beberapa maskapai penerbangan Indonesia juga terbang ke Manado dari beberapa kota di China, di antaranya Guangzhou, Shanghai, dan Tianjin.

Djauhari yakin dengan rute baru tersebut target kunjungan wisatawan dari China sebanyak 3,5 juta orang ke Indonesia pada tahun ini akan tercapai.

Sejak 2016, China telah menjadi kontributor terbanyak jumlah wisatawan asing ke Indonesia. Pada 2018, Indonesia menerima 2,2 juta kunjungan wisatawan asing dari China. Angka tersebut meleset dari target Kementerian Pariwisata RI sebanyak 3 juta wisatawan China akibat bencana alam dan kecelakaan lalu lintas udara.

Guangxi sebagai satu-satunya daerah setingkat provinsi di China yang mempunyai akses darat dan laut ke negara-negara ASEAN.

Indonesia menjadi mitra dagang terbesar kedua bagi Guangxi setelah Vietnam dengan nilai perdagangan pada 2018 lebih dari 1 miliar dolar AS. Indonesia mengalami surplus di bidang perdagangan dengan Guangxi. (T.M038)

Pewarta : M. Irfan Ilmie
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar