Praktisi pendidikan: Bumikan lagi ajaran Ki Hadjar Dewantara

id Hari Pendidikan Nasional, Hardiknas,Prof H Ahmad Suriansyah, MPd, PhD

Prof H Ahmad Suriansyah, MPd, PhD. (antara/foto/firman)

Banjarmasin (ANTARA) - Praktisi pendidikan dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Prof H Ahmad Suriansyah, MPd, PhD berharap, peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun ini agar dijadikan momentum untuk membumikan lagi ajaran Ki Hadjar Dewantara.

"Saatnya kita semua para praktisi pendidikan dan pengambil kebijakan pendidikan, agar kembali mengamalkan ajaran kepemimpinan dari bapak pelopor pendidikan Indonesia ini," katanya di Banjarmasin, Kamis.

Menurutnya, selama ini yang dikenal luas masyarakat hanya semboyan Tut Wuri Handayani yang juga dijadikan slogan Kementerian Pendidikan Nasional Republik Indonesia.

Padahal, pahlawan nasional itu juga punya dua ajaran lain yang tak kalah pentingnya untuk diamalkan.

Pertama, Ing Ngarso Sung Tulodo yang artinya Ing Ngarso di depan, Sung artinya saya dan Tulodo artinya tauladan. Sehingga maknanya secara keseluruhan berarti menjadi seorang pemimpin harus mampu memberikan suri tauladan bagi orang-orang di sekitarnya.

"Jadi yang harus dipegang teguh oleh seseorang adalah suri tauladannya," tambahnya.

Kemudian Ing Madyo Mbangun Karso. Ing Madyo artinya di tengah-tengah, Mbangun berarti membangkitkan serta Karso bermakna niat atau kemauan. Sehingga maknanya secara menyeluruh diartikan seseorang di tengah kesibukannya harus juga mampu membangkitkan semangat untuk memberikan inovasi di lingkungannya dengan menciptakan suasana kodusif untuk keamanan dan kenyamanan.

Sedangkan Tut Wuri Handayani sendiri, artinya seseorang harus memberikan dorongan moral dan semangat kerja dari belakang untuk menumbuhkan motivasi dan semangat.

"Untuk itu, dimomen Hardiknas ini diharapkan semua bisa memaknai ajaran Ki Hadjar Dewantara agar pembangunan bidang pendidikan yang kita upayakan dapat menciptakan manusia yang lebih bermanfaat di masyarakat benar-benar terwujud dan dirasakan secara nyata," jelas Prof Sur yang telah berhasil mengomando perkuliahan pencetak tenaga pendidik, yakni Program Magister Manajemen Pendidikan dan Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD) ULM hingga meraih Akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).

Pewarta : Firman
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar