BUMN bagikan 34 ribu Al Quran di 34 provinsi

id BUMN,Al Quran ,ramadhan 1440 H,tradisi ramadhan,puasa ramadhan

Safari Ramadhan dalam rangkaian BUMN Untuk Negeri di Padang, Kamis (23/5/2019). Tiga BUMN menjadi pelaksana pada tahun itu di Sumbar masing-masing PT.KAI, PT. Semen Padang dan PT. PPA (ANTARA/Miko Elfisha)

Padang (ANTARA) - Badan Usaha Milik Negara membagikan 34 ribu Al Quran ke 34 provinsi di Indonesia dalam rangkaian kegiatan BUMN Untuk Negeri 2019.

"Masing-masing provinsi dapat 1.000 Al Quran, termasuk Sumbar," kata Kepala Bidang Monitoring Evaluasi Tanggung Jawab Sosial dan Bina Lingkungan (TJSL) Kementerian BUMN, Sandra Firmania di Padang, Kamis.

Ia mengatakan itu saat menghadiri safari Ramadhan dan buka bersama santri Pondok Pesantren Khanzul Ulum Kecamatan Koto Tangah, Padang.

Bantuan itu akan diserahkan secara serentak di seluruh Indonesia pada 24 Mei pada beberapa lembaga pendidikan untuk membantu pendidikan bidang keagamaan.

Sandra menyebut selain bantuan itu, akan ada beberapa rangkaian kegiatan lain selama Ramadhan 1440 Hijriah di antaranya bazar bahan pokok dan santunan pondok pesantren.

Kemudian juga akan digelar gerak jalan sehat serta bedah rumah untuk karyawan BUMN. Dalam rangkaian yang sama dan memperingati HUT RI tahun 2019 juga akan dilaksanakan kegiatan Siswa Mengenal Nusantara (SMN).

Tahun ini dalam program SMN, siswa SMA di Sumbar akan bertukar dengan siswa Kalimantan Selatan untuk saling mempelajari keragaman dan kekayaan kebudayaan daerah.

"BUMN yang ditunjuk sebagai pelaksana di Sumbar tahun ini adalah PT. KAI, PT. Semen Padang dan PT PPA," ujar dia.

BUMN Untuk Negeri adalah kegiatan yang dilaksanakan perusahaan milik negara untuk memberikan sumbangan yang terbaik bagi negeri dan rakyat Indonesia. Kegiatan itu dirancang agar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.*

Baca juga: Al Quran terkecil masih utuh meski usianya sudah 500 tahun
Baca juga: Museum Sultra simpan Al Quran tertua Kerajaan Muna

Pewarta : Miko Elfisha
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar