Menag harapkan STQ jadi perekat silahturahmi setelah Pilres

id STQ XXV,Pembukaan STQ XXV,Kemenag

Menteri Agama, Lukman Hakim Syaifudin berfoto bersama Gubernur Kalbar Sutarmidji serta panitia STQ Nasional ke XXV pasca membuka kegiatan tersebut di Pontianak, Sabtu malam. (Rendra Oxtora)

Pontianak (ANTARA) - Menteri Agama, Lukman Hakim Syaifudin mengharapkan kegiatan STQ Nasional ke XXV yang dilaksanakan di Pontianak, Kalimantan Barat dapat melekatkan kebersamaan dan kekeluargaan antara sesama umat muslim setelah  pemilihan Presiden.

"Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi stimulan bagi umat agar dapat menjadikan pemersatu bagi kita bersama, agar tidak muda terpecah belah dengan meningkatkan kebersamaan dan rasa kekeluargaan, serta menepiskan perbedaan pasca pemilihan presiden kemarin," kata Lukman, saat membuka kegiatan STQ Nasional ke XXV di Pontianak, Sabtu malam.

Dia menegaskan bahwa kegiatan STQ maupun MTQ merupakan potret kegiatan ke-Islaman yang khas karena melibatkan unsur budaya dan kearifan lokal.

"Ada dialektika antara nilai budaya dan nilai ke-Islaman sehingga menunjukkan bahwa Isman adalah agama rahmatan lil alamin. Sejarah perkembangan Islam di Indonesia telah menunjukkan bagaimana nilai ke-Islaman yang seimbang berbentuk toleransi, teposaliro, kebersamaan, tolong menolong, saling menyayangi dan sebaginya, yang semua ini tentu harus kita lestarikan dan amalkan dalam kehidupan sehari-hari," tuturnya.

Menurutnya, pola ini tidak dapat dilepaskan dari pemahaman dan implementasi nilai yang terkandung dalam Alqur'an. Sehingga diharapkan ke depan generasi muda Indonesia tidak hanya menjadikan Alquran sebagai bacaan dan hapalan, namun harus bisa mengimplementasikan nilai-nilai yang terdapat didalamnya dalam kehidupan sehari-hari.

Lukman menambahkan, dipilihnya Kalbar, khususnya Pontianak menjadi tuan rumah STQ karena daerah ini syarat dengan kearifan lokal dari keberagaman etnis, agama dan budaya, dan sejarah telah membuktikan bahwa masyarakat Kalbar yang aman dan rukun.

"Kita berharap kegiatan ini bisa memberikan pendidikan Alquran kepada generasi penerus kita, agar bisa semakin mendalami nilai-nilai yang terdapat dalam Alquran dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari," katanya.

Terkait dengan penyelenggaran evem serupa di tingkat Internasional, lanjutnya, dirinya bersyukur karena prestasi Indonesia sangat membanggakan.

"Dari tahun 2012, hingga tahun ini kita sudah meraih tujuh kejuaraan membaca Al Quran internasional bergensi. Di Iran kita berhasil meraih juara pertama, di Bahrain juara pertama, di Turki juara pertama, di Malaysia juara kedua, di Brunai Darusalam juara kedua," katanya.

Dia berharap, prestasi ini bisa terus dipertahankan oleh para qori dan qoriah Indonesia, agar lantunan ayat-ayat suci Al Quran dari Indonesia bisa terus mendunia.

Pewarta : Rendra Oxtora
Editor: Wawan Indrawan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar