NU: Sutopo orang baik

id Sutopo meninggal

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho (tengah) memberikan pemaparan mengenai dampak gempa bumi dan tsunami di kota Donggala dan Palu, Sulawesi Tengah saat konferensi pers di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Sabtu (29/9). Berdasarkan data BNPB hingga pukul 10.00 WIB menyatakan jumlah korban yang meninggal dunia akibat gempa bumi dan tsunami di kota Palu sebanyak 48 orang, sementara untuk kota Donggala belum mendapatkan laporan dikarenakan terputusnya jaringan komunikasi, dan diperkirakan jumlah korban akan terus bertambah. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar) (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/)

Jakarta (ANTARA) - Ketua Harian Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Robikin Emhas mengatakan almarhum Sutopo Purwo Nugroho adalah orang yang baik.

"Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Saya bersaksi Pak Sutopo Purwo Nugroho (1969-2019) adalah orang baik," kata Robikin kepada wartawan di Jakarta, Minggu.

Dia mengatakan almarhum yang dikenal masyarakat bekerja di Badan Nasional Penanggulangan Bencana itu inspiratif untuk menebar kebaikan kapanpun.

"Ujar beliau pada suatu kesempatan, 'hidup itu bukan soal panjang pendeknya usia, tapi seberapa kita dapat membantu orang lain'," kata dia.

Robikin berdoa agar semua salah dan khilaf Sutopo diampuni oleh Allah SWT. Amal ibadahnya diterima dan segenap keluarga yang ditinggalkan tabah.

"Serta kita dapat meneladani dedikasi dan kejuangannya. 'Lahu Al Fatihah"," kata dia.

Diberitakan, Kepala Pusat Data dan Humas BNPB Sutopo meninggal dunia dini hari waktu setempat saat sedang menjalani pengobatan kanker di Guangzhou, China.

Kabar duka tersebut tersiar dari akun Twitter resmi milik Direktorat Pengurangan Risiko Bencana BNPB sekitar pukul 03.00 WIB.

"Telah meninggal dunia Bapak @Sutopo_PN , Minggu, 07 July 2019, sekitar pukul 02.00 waktu Guangzhou/pukul 01.00 WIB. Mohon doanya untuk beliau."

Baca juga: Kanker paru Sutopo menyebar ke tulang dan organ lain

Baca juga: Sutopo Purwo Nugroho meninggal dunia di Guangzhou


Pewarta : Anom Prihantoro
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar