Kepercayaan publik pada Polda Bali meningkat

id Public trust, kapolda Bali, HUT Bhayangkara ke-73

Saat pelaksanaan Upacara HUT Bhayangkara ke-73, Kapolda Bali, Irjen. Pol. Dr. Drs. Petrus Reinhard Golose, M.M., menjelaskan kepercayaan publik kepada Polda Bali meningkat dan menempati posisi ke-3 secara nasional. (Antara/Ayu Khania Pranisitha/2019)

Denpasar (ANTARA) - Kapolda Bali, Irjen. Pol. Dr. Drs. Petrus Reinhard Golose, M.M., menjelaskan kepercayaan publik kepada Polda Bali meningkat dan menempati posisi ke-3 secara nasional untuk kepercayaan publik kepada Polri.

"Kalau kita lihat amanat dari Presiden Jokowi, yang saya bacakan adanya peningkatan public trust (kepercayaan publik) kepada Polri, khususnya Polda Bali. Itu sesuai hasil survei yang dilakukan Universitas Udayana dan Universitas Indonesia," katanya setelah pelaksanaan upacara Hari Bhayangkara di Lapangan Renon, Denpasar, Rabu.

Menurut dia, Bali sebagai destinasi pariwisata terbaik di dunia perlu dijaga tingkat keamanan dan kenyamanannya. Bali sebagai pulau yang penuh toleransi patut dijaga agar terbebas dari munculnya ujaran-ujaran kebencian, sehingga kepercayaan meningkat.

Dalam sambutan pada Upacara HUT Polri ke-73, ia menjelaskan sesuai dengan laporan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi menunjukkan nilai akuntabilitas kinerja instansi pemerintah dan indeks reformasi birokrasi Polri mengalami peningkatan.

"Peningkatan tersebut disertai dengan keberhasilan mewujudkan 69 zona integritas yang terdiri dari 64 Satgas dengan predikat Wilayah Bebas Korupsi dan 5 dengan predikat Wilayah Birokrasi Bersih Melayani," jelasnya.

Pihaknya juga menjelaskan, untuk di Bali sendiri ditunjukkan dengan disiapkannya bandara yang menjadi wilayah dalam zona integritas tersebut.

"Jadi di bandara sendiri untuk selanjutnya dapat ditingkatkan dan dimasukkan dalam salah satu zona integritas untuk di Bali," ujarnya.

Menurut Irjen. Pol. Dr. Drs. Petrus Reinhard Golose, pengamanan tetap dilakukan baik internasional, nasional maupun regional, terlebih lagi bahwa Bali masih menjadi tempat terfavorit untuk dilakukan pertemuan  internasional.

"Secara statistik, kita ada di nomor 2 jika dilihat dari terminal kedatangan dibandingkan Jakarta, tetapi orang yang datang ke Jakarta itu hanya transit dan langsung menuju ke Bali, maka kerja sama kita dengan seluruh stakeholders, mudah-mudahan, lebih bisa meningkatkan pengabdian kami terutama untuk rakyat Bali," katanya.

Dengan dilakukannya pengamanan dan penjagaan di wilayah Bali secara berkala, maka tantangan akan tetap ada, namun tidak ada yang namanya tantangan berat, demikian Petrus Reinhard Golose.

Pewarta : Ayu Khania Pranishita
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar