Enam masjid ramah gempa dibangun PMI di Lombok NTB

id gempa lombok

Masjid Nurul Mutaqqin yang dibangun PMI di Desa Gumantar, Kecamatan Kayangan yang bangunannya dirancang khusus dengan konsep mitigasi ramah gempa dan berdesain lokal. (Foto: Tim Sarpras PMI Pusat)

Lombok, NTB (ANTARA) - Palang Merah Indonesia (PMI) kembali membangun masjid ramah gempa pascagempa bumi beberapa waktu lalu yang memporak porandakan Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) sehingga saat ini jumlahnya menjadi enam unit.

"Masjid tersebut dibangun di Kabupaten Lombok Tengah yakni Masjid Nurul Iman di Desa Setiling, Kecamatan Batukliang Utara," kata pengurus PMI Pusat Dwi Hartanto melalui sambungan telepon dari Lombok, Jumat.

Sehingga, saat ini total sudah enam bangunan masjid yang dibangun. Seluruh bangunan dirancang khusus dengan konsep mitigasi seperti ramah gempa dan berdesain lokal. Dalam pembangunan ini pun pihaknya mengambil konsep kearifan lokal daerah setempat.

Masjid tersebut sebelumnya hancur saat kejadian gempa lalu, sehingga untuk membantu warga yang ingin beribadah pihaknya membangun kembali dengan konsep ramah gempa. Dengan dibangunnya masjid itu diharapkan warga bisa kembali nyaman dalam melaksanakan ibadahnya.

Baca juga: PMI bangun lima masjid tahan gempa di NTB

Sebelumnya, PMI juga membangun lima masjid yang dibangun PMI yakni Masjid Nurul Ansor Tibu Harapan di Kecamatan Sambalia, Kabupaten Lombok timur,
Masjid Al Muhajirin desa dangiang Kecamatan Kayangan.

Masjid Al Muttaqin Dusun Lembahpedek, Desa Akar-Akar, Kecamatan bayan, Masjid Nurul Muttaqin desa gumantar kecamatan kayangan Kabupaten Lombok Utara, serta Masjid Quba di Gunturmacan kecamatan gunungsari, Kabupaten Lombok Barat.

Di sisi lain, hingga kini PMI masih memberikan bantuan dan pelayanan kepada para korban bencana gempa di NTB. Layanan tersebut merupakan komitmen pihaknya sebagai lembaga yang fokus terhadap kemanusiaan baik korban bencana maupun perang.

"Tentunya kami masih banyak program yang akan diberikan kepada korban bencana gempa di NTB ini sebagai langkah untuk membantu pemerintah pada masa pemulihan. Sebelumnya kami juga sudah membangun lima sekolah ramah gempa," tambah Dwi.

Baca juga: Pariwisata NTB tak terpengaruh berita potensi gempa megathrust

Baca juga: BMKG : Lombok Selatan simpan potensi gempa 8,5 Magnitudo

Pewarta : Aditia Aulia Rohman
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar