Seorang mahasiswa Palu meninggal di wilayah operasi Tinombala

id Mahasiswa, tewas, tinombala, Parigi moutong,Tni,Polri

Kondisi Jenazah Zulfikar Nanabuk usai dilakukan visum oleh dokter di Rumah Sakit Anuntaloko Parigi, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Sabtu (27/7/2019). (ANTARA/Moh Ridwan)

Parigi (ANTARA) - Seorang mahasiswa Universitas Tadulako Palu meninggal di wilayah operasi Satuan Tugas (Satgas) Tinombala  di Desa Torue, Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Sabtu.

Kapolres Parigi Moutong AKBP Zulham Efendi Lubis yang dihubungi, di Parigi, Sabtu malam, membenarkan peristiwa itu.

Dilaporkan, korban bernama Zulfikar Nanabuk (20) warga asal Kabupaten Banggai, seorang mahasiswa Fakultas Teknik Angkatan 2018, meninggal saat melakukan penelitian lapangan.

Baca juga: Panglima TNI sebut tetap dukung Operasi Tinombala di Poso

Baca juga: Panglima Kodam XIII/Merdeka harap perburuan DPO terorisme Poso tuntas


Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 10.30 WITA, korban bersama tiga orang rekannya ditemani salah seorang warga setempat sedang melakukan penelitian sebagai tugas akhir kampus.

"Korban sedang melakukan penelitian tentang sungai di pegunungan Dopi-Dopi Desa Torue. Dalam perjalanan korban terjatuh, terus pingsan dan langsung meninggal dunia di tempat kejadian, " ungkap Zulham.

Rekan korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke kantor Kepolisan Sektor (Polsek) Torue dan pihak kepolisian bergegas menuju pegunungan Dopi-Dopi yang jaraknya sekitar lima kilometer dari perkampungan untuk melakukan evakuasi.

Sekitar pukul 14.00 WITA anggota kepolisian setempat dibantu 10 personel brimob dari tim Satgas Tinombala yang bertugas di wilayah itu menuju tempat kejadian menggunakan kendaraan roda empat di pimpin Kapolsek Torue Iptu Asse.

Aparat tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 15.00 WITA dan langsung melakukan persiapan evakuasi, korban ditemukan sudah tidak bernyawa. Setelah dievakuasi dari gunung, sekitar pukul 17.40 WITA aparat dan rekan korban tiba di perkampungan.

"Jenazah sudah dievakuasi dan dilarikan ke Rumah Sakit Anuntaloko Parigi untuk selanjutnya divisum. Pihak keluarga sedang dalam perjalanan menjemput jenazah, " ujar Zulham.

Kapolres menyebut, dari hasil visum tidak ada luka serius atau tanda-tanda kekerasan ditemukan oleh doker yang menangani jenazah tersebut.

Kapolres menegaskan, peristiwa itu tidak ada sangkut pautnya dengan operasi penumpasan kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) atau teroris Poso.

"Mari kita luruskan bersama-sama informasi ini, " kata Zulham.

Baca juga: Operasi Tinombala, satu teroris Poso tewas tertembak

Pewarta : Muhammad Arshandi/Moh Ridwan
Editor: Eddy K Sinoel
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar