Putussibau, Kapuas Hulu (ANTARA) -
Pelaksanaan tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kapuas Hulu, Rupinus mengatakan, pihaknya sudah menetapkan siaga kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dengan menyiapkan pos komando dan patroli bersama.
​​​​​
"Untuk mencegah Karhutla kami lakukan patroli bersama baik dengan TNI, Polri dan instansi lainnya, dan satgas sudah kami turunkan ke daerah rawan," kata Rupinus, dihubungi Antara, di Putussibau, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Selasa.
 
Menurut Rupinus, dalam pencegahan karhutla di Kapuas Hulu juga melibatkan sejumlah unsur lapisan masyarakat, dan terus dilakukan sosialisasi kepada masyarakat.
 
Ia menyampaikan ada tujuh desa di Kapuas Hulu yang rawan terjadi Karhutla yaitu Pulau bergerak Desa Penai dan Bangkong Kecamatan Silat Hilir, Desa Ranyai Hilir Kecamatan Seberuang, Desa Madang Permai Kecamatan Suhaid, Daerah Dalam dan Sekulat Kecamatan Selimbau dan Desa Sepandan Kecamatan Batang Lupar yang merupakan memiliki lahan gambut cukup luas.
 
"Kami sudah menurunkan Satgas yang stand by di tujuh desa itu," jelas Rupinus.
 
Terkait anggaran, kata Rupinus, digunakan dana bagi hasil reboisasi dengan total Rp318,263 juta. Itu dana gabungan dengan TNI, Polri dan Sat Pol PP di Kapuas Hulu untuk penanggulangan Karhutla.
 
Dirinya berharap masyarakat pro aktif dalam mencegah dan menjaga agar tidak terjadi Karhutla di Kapuas Hulu, apalagi saat ini memasuki musim kemarau.
 
"Tentu itu tanggungjawab kita bersama dalam penanggulangan Karhutla, jangan sampai di Kapuas Hulu terjadi," kata Rupinus.

Pewarta: Teofilusianto Timotius
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2019