Iriana Joko Widodo dijadwalkan tanam mangrove di Batam

id Penanaman mangrove

Penyerahan tanaman mangrove oleh TNI AL kepada warga Tanjungpinang, Kepulauan Riau beberapa waktu lalu. (Ogen)

Tanjungpinang (ANTARA) (ANTARA) - Ibu Negara Republik Indonesia, Iriana Joko Widodo dijadwalkan menghadiri penanaman pohon mangrove yang diselenggarakan Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja di Pancur Pelabuhan, Tanjungpiayu, Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) pada 7 Agustus 2019.

Kegiatan ini akan digelar serentak di 12 provinsi se-Indonesia, merupakan sebuah Gerakan Sosial Peduli Mangrove untuk pemulihan Daerah Aliran Sungai (DAS) dan Kampung Hijau Sejahtera (Hijrah).

“Ibu Negara langsung yang memimpin penanaman mangrove itu. Segala alternatif kegiatan telah kami siapkan dengan melibatkan pemerintah daerah agar dapat terlaksana dengan baik,” ujar Heru, perwakilan OASE Kabinet Kerja di Tanjungpinang, Rabu (31/7).

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kepri, TS. Arif Fadillah memberikan apresiasi khusus bagi OASE Kabinet Kerja yang akan melaksanakan penanaman mangrove secara serentak.

“Terima kasih karena telah memilih Kepri, khususnya Kota Batam sebagai tempat pelaksanaan Gerakan Tanam Mangrove, Pemulihan DAS dan Kampung Hijrah,” ujar Arif.

Baca juga: Peringati Hari Bumi, mahasiswa Jateng tanam 6.500 mangrove

Arif mengatakan, Dengan semakin banyaknya hutan bakau yang ditanam maka akan turut berkontribusi menjaga lingkungan pantai.

Apalagi Kepri, kata dia, merupakan daerah yang terdiri dari 96 persen lautan dan hanya empat persen daratan.

“Adalah tugas kita semua, menjaga anugerah dari pencipta alam semesta ini untuk generasi kini dan generasi yang akan datang, dan sudah sepatutnya kita melakukan pengelolaan lingkungan hidup dengan bijaksana,” imbuhnya.

Arif juga berharap, berbagai upaya yang telah dilakukan dalam pelestarian kawasan hutan mangrove dapat menstabilkan kondisi lingkungan di sekitaran pantai, sehingga semua habitat yang bergantung pada kehadiran hutan mangrove dapat terjaga dan terselamatkan.

Selain itu, lanjut dia, banyak potensi yang muncul dari keberadaan hutan bakau tersebut, salah satunya bisa jadi potensi wisata untuk mendatangkan wisatawan ke daerah ini.

“Semakin banyak wisatawan yang datang, ekonomi masyarakat pun akan semakin meningkat. Oleh karena itu, mari kita lestarikan dan jaga keberadaan mangrove,” tutur Arif.

Baca juga: Bupati Pandeglang: hutan mangrove berpotensi untuk pariwisata
Baca juga: Ibu Negara tanam mangrove di Labuan Banten

 

 


Pewarta : Ogen
Editor: Ridwan Chaidir
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar