Tepis isu perampasan lahan, Masyarakat Gane desak LSM asing untuk turut berkontribusi

2006 Views

Korindo Group melalui PT GMM memberikan bantuan berupa triplex untuk mendukung pemulihan bencana gempa bumi di Halmahera Selatan

Halmahera Selatan (ANTARA) -- Masyarakat desa Gane Dalam, kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), provinsi Maluku Utara, menepis isu adanya perampasan lahan untuk pembukaan perkebunan sawit oleh Korindo Group melalui unit usahanya, PT Gelora Mandiri Membangun (GMM).

Isu tersebut digaungkan oleh lembaga swadaya masyarakat (LSM) asal Amerika Serikat, Mighty Earth.

Sebaliknya, masyarakat Gane Dalam menyerukan LSM tersebut untuk turut berkontribusi kepada masyarakat setempat, khususnya pasca gempa bumi dahsyat yang meluluhlantahkan sejumlah desa di kabupaten Halsel pada Juli lalu.

"Mereka (Mighty Earth) katanya organisasi yang peduli terhadap masyarakat dan lingkungan. Tapi sampai detik ini, tidak ada sedikit pun perhatian dari mereka," ungkap Sekretaris Desa Gane Dalam, Halmahera Selatan, Jamal Kun, saat ditemui ANTARA, Selasa.

Jamal Kun menegaskan bahwa dalam proses pelepasan lahan masyarakat, GMM telah melalui berbahai proses sesuai aturan yang berlaku dan transparan. Dan, dirinya memastikan, tidak ada masyarakat yang merasa dirugikan.

"Kami menyesalkan isu yang beredar tersebut," tegas Jamal.

Hadirnya GMM di tanah Halsel memberikan dampak sosial yang signifikan bagi masyarakat setempat. Salah satunya adalah penyerapan begitu banyak tenaga kerja dari warga setempat.

Jamal melanjutkan, sedikitnya 600 putra-putri Halsel menjadi bagian dari GMM.

"Dari penghasilan yang diperoleh tersebut, membuat masyarakat kini mampu menyekolahkan anak-anaknya hingga perguruan tinggi. Padahal sebelumnya, hanya mampu (menyekolahkan) hingga setingkat SMA," tambah Jamal.

Pemulihan bencana alam

Koordinator Corporate Social Contribution (CSC) GMM, Mahdi M Nur menuturkan, dalam rangka mendukung pemulihan bencana alam di Desa Gane Dalam dan sekitarnya, pihaknya telah menyalurkan bantuan air bersih, mengerahkan alat-alat berat, dan transportasi untuk mempercepat pembukaan akses jalan dan distribusi bantuan bagi masyarakat korban bencana.

"Meskipun kami sendiri jadi korban gempa ini, kami tetap bergerak untuk berkontribusi memulihkan kondisi pasca gempa, semampu kami," ungkapnya.
Pewarta :
Editor : PR Wire
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar