Ini capaian Indonesia pada Aichi Targets

4004 Views

Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), KLHK, Wiratno

Jakarta (ANTARA) -- Pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) memaparkan berbagai capaian pemerintah pada Dekade Keanekaragaman Hayati 2011-2020 atau disebut Aichi Biodiversity Targets (Aichi Targets).

Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), KLHK, Wiratno memaparkan kemajuan Aichi Targets Indonesia yaitu: (1) Menjadi contoh peningkatan biodiversity awareness bersama sembilan negara; (2) Laju deforestasi Indonesia terus menurun hingga mencapai angka terendah yaitu 0,40 juta Hektare/tahun; (3) Menurunkan tekanan pada sumber daya ikan dengan melakukan Combatting Illegal, Unreported, and Unregulated Fishing; (4)Meningkatkan upaya pengembangan genetik melalui partisipasi dalam pelatihan teknik konservasi benih tanaman; (5) Menjadi contoh bold action dalam memerangi illegal fishing dan foreign vessel.

"Indonesia telah melakukan berbagai aksi di tingkat nasional guna mendukung pencapaian Aichi Targets," tuturnya.

Sementara itu, untuk pencapaian target 12 terkait penurunan resiko kepunahan, Indonesia telah menetapkan jenis tumbuhan dan satwa yang dilindungi mencakup 137 jenis mamalia, 557 jenis burung, 1 jenis amfibi, 37 jenis reptilia, 20 jenis ikan, 26 jenis serangga, 1 krustasea, 5 jenis moluska, 3 xiphosura dan 117 jenis tumbuhan.

"Pada periode 2015 2018, terdapat peningkatan populasi dari beberapa satwa, misalnya gajah sumatra dari 611 menjadi 693 individu, harimau sumatra dari 180 jadi 220 individu, dan elang jawa dari 91 jadi 113 individu. Sedangkan untuk badak jawa di TN Ujung Kulon dari 63 individu (2015), menjadi 74 individu (2019), bertambah menjadi 76 ekor (2020), terang Wiratno.

Wiratno melanjutkan, Indonesia telah bekerja keras dan mengambil peran besar dalam penyelamatan keanekaragaman hayati global. 

"Namun demikian, masih tetap diperlukan dukungan kerjasama dan pendampingan para pihak, termasuk partisipasi aktif dari masyarakat desa-desa penyangga kawasan konservasi tersebut," tutupnya.
Pewarta :
Editor : PR Wire
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar