Biak (Antara Papua) - Seratusan kendaraan angkutan umum jurusan Biak-Ridge Distrik Samofa, Kabupaten Biak Numfor, Papua, memilih mogok operasi secara beramai-ramai, sebagai wujud protes terhadap kenaikan harga BBM yang berdampak pada tarif transportasi.

Hingga pukul 13.30 sejumlah pengemudi angkutan kota jurusan Ridge-Samofa menghentikan kendaraan di kawasan Jalan Majapahit (pertigaan kantor Bupati-Pengadilan-Angkasa) dan kawasan Jalan Sriwijaya dekat kantor Infokom).

Teguh, salah seorang pengemudi mengakui, mogok kerja pengemudi angkutan kota jurusan Ridge-Samofa untuk meminta perubahan tarif angkutan pascakenaikan bahan bakar minyak dilakukan Presiden Jokowi Selasa 18 November 2014 pukul 00.00.

Ia menyebutkan, tuntutan pengemudi angkot meminta kenaikan untuk penumpang anak sekolah Rp4.000 dan penumpang umum Rp5.000 dari ketentuan tarif sebelumnya Rp3.000/siswa dan Rp4.000/orang dewasa umum.

"Aspirasi pengemudi angkutan sudah disampaikan kepada Pemkab melalui dinas perhubungan, ya kami dijanji besok sudah ada jawaban," ungkap Teguh, mewakili pengemudi angkutan.

Akibat tidak beroperasikan angkutan jurusan Biak-Ridge-Samofa membuat sebagian warga menggunakan jasa angkutan ojek serta ada yang berjalan menuju rumah dari aktivitas di kantor dan ke sekolah.

Di berbagai halte angkutan umum kota Biak sekitarnya seperti dekat kantor Bupati, Kantor KPPN serta sejumlah tempat lain terlihat warga Biak masih berdiri karena sedang menunggu aktivitas operasional angkutan umum. (*)

Pewarta : Pewarta: Muhsidin
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2024