Jayapura (Antara Papua) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua mengungkapkan nilai impor Papua selama Maret 2017 turun 13,29 persen atau dari sebelumnya 35,20 juta dolar AS menjadi 30,52 juta dolar AS.

"Nilai impor Papua pada Maret 2017 mencapai 30,52 juta dolar AS yang terdiri dari impor migas senilai 8,20 juta dolar AS dan impor non migas senilai 22,32 juta dolar AS," ujar Kepala BPS Papua Simon Sapari, di Jayapura, Senin.

Ia menjelaskan pada periode tersebut impor migas mengalami peningkatan sebesar 2,38 persen (naik 0,19 juta dolar AS) dan nilai impor non migas turun sebesar 17,91 persen (turun 4,87 juta dolar AS).

Menurutnya komoditi migas yang memiliki nilai impor terbesar adalah bahan bakar kendaraan bermesin diesel senilai 7,80 juta dolar AS atau sebesar 95,08 persen dari total nilai impor komoditi migas.

"Sedangkan mesin konstruksi merupakan komoditi non migas yang memiliki nilai impor terbesar yaitu senilai 2,93 juta dolar AS atau sebesar 13,14 persen dari total nilai impor komoditi non migas," kata dia.

Simon mnuturkan total impor kumulatif Papua pada periode Januari-Maret 2017 adalah senilai 104,29 juta dolar AS atau turun 21,88 persen dibandingkan total impor kumulatif pada periode yang sama pada tahun sebelumnya yang senilai 133,49 juta dolar AS.

Nilai impor dari tujuh negara utama pada Maret 2017 adalah senilai 20,11 juta dolar AS atau menurun 7,29 persen dibandingkan nilainya pada Februari 2017.

"Secara persentase, penurunan impor terbesar berasal dari negara Tiongkok yaitu sebesar 83,71 persen (turun 1,11 juta dolar AS)," katanya.

"Negara asal impor barang terbesar pada Maret 2017 adalah Australia dengan nilai impor sebesar 14,19 juta dolar AS (46,48 persen), diikuti negara Amerika Serikat 2,34 juta dolar AS (7,65 persen), dan Singapura 2,12 juta dolar AS (6,94 persen)," sambung Simon.

Neraca perdagangan Papua pada Maret 2017 mengalami defisit sebesar 24,01 juta dolar AS.

Secara kumulatif, neraca perdagangan Papua pada Januari-Maret 2017 mengalami surplus sebesar 175,73 juta dolar AS. (*)

Pewarta : Pewarta: Dhias Suwandi
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2024