PTP Arso jajaki pembelian TBS sawit PNG
Selasa, 13 Juni 2017 19:59 WIB
Kepala PTP II Arso Hilarius Manurung saat beri keterangan pers tentang rencana beli TBS sawit dari PNG, di Jayapura, Selasa (13/6) (Foto: Antara Papua/Evarukdijati)
Jayapura (Antara Papua) - PT Perkebunan II Arso tengah menjajaki pembelian tandan buah segar (TBS) kelapa sawit dari Bewani Oil Palm Plantantions Limited yang beroperasi di Provinsi Sandaun, Papua Nugini (PNG)
"Rencana pembelian TBS itu disebabkan produksi TBS kelapa sawit milik PTP II Arso sudah mengalami penurunan akibat menurunnya produksi padahal pabrik pengolahannya menjadi CPO mampu memproduksi hingga 17 ribu ton," kata Kepala PTP II Arso Hilarius Manurung kepada Antara di Jayapura, Selasa.
Ia mengatakan Bewani Palm Oil yang beroperasi di PNG itu memiliki areal operasional seluas 140 ribu hektare dan ada yang kebunnya yang berjarak sekitar empat kilometer dari Skopro, Kabupaten Keerom.
"Kami saat ini sedang berupaya agar pemerintah mau membuka akses di perbatasan sehingga TBS kelapa sawit dari Bewani dapat diolah di pabrik PTP II Arso," kata Manurung.
Menurut dia, jarak dari Bewani ke Skopro hingga ke pabrik pengolahan hanya sekitar 76 km dan dapat ditempuh selama 2,5 jam.
"Mudah-mudahan aksesnya dapat segera dibuka sehingga rencana tersebut terealisasi," kata Manurung seraya mengaku hingga kini belum ada penandatanganan kerja sama dengan pihak Bewani Palm Oil.
Ketika ditanya tentang kapasitas pabrik pengolahan, Manurung mengatakan, tidak ada masalah karena mampu mengolah hingga 17 ribu ton dan tangki penampungan berkapasitas masing masing 3.000 ton.
Bila rencana tersebut dapat terealisasi diharapkan dapat menghidupkan kembali minat masyarakat di Keerom untuk menanam dan mengolah tanamannya, ucap Manurung. (*)
"Rencana pembelian TBS itu disebabkan produksi TBS kelapa sawit milik PTP II Arso sudah mengalami penurunan akibat menurunnya produksi padahal pabrik pengolahannya menjadi CPO mampu memproduksi hingga 17 ribu ton," kata Kepala PTP II Arso Hilarius Manurung kepada Antara di Jayapura, Selasa.
Ia mengatakan Bewani Palm Oil yang beroperasi di PNG itu memiliki areal operasional seluas 140 ribu hektare dan ada yang kebunnya yang berjarak sekitar empat kilometer dari Skopro, Kabupaten Keerom.
"Kami saat ini sedang berupaya agar pemerintah mau membuka akses di perbatasan sehingga TBS kelapa sawit dari Bewani dapat diolah di pabrik PTP II Arso," kata Manurung.
Menurut dia, jarak dari Bewani ke Skopro hingga ke pabrik pengolahan hanya sekitar 76 km dan dapat ditempuh selama 2,5 jam.
"Mudah-mudahan aksesnya dapat segera dibuka sehingga rencana tersebut terealisasi," kata Manurung seraya mengaku hingga kini belum ada penandatanganan kerja sama dengan pihak Bewani Palm Oil.
Ketika ditanya tentang kapasitas pabrik pengolahan, Manurung mengatakan, tidak ada masalah karena mampu mengolah hingga 17 ribu ton dan tangki penampungan berkapasitas masing masing 3.000 ton.
Bila rencana tersebut dapat terealisasi diharapkan dapat menghidupkan kembali minat masyarakat di Keerom untuk menanam dan mengolah tanamannya, ucap Manurung. (*)
Pewarta : Pewarta: Evarukdijati
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Satgas Yonif 122/TS dan BNN Papua gagalkan transaksi ganja di Arso Keerom
16 June 2024 18:46 WIB, 2024
Tokoh Agama: HUT Pekabaran Injil di Keerom kental nuansa toleransi beragama
05 February 2024 13:09 WIB, 2024
Satgas Pamtas Yonif 310/KK evakuasi warga pengidap TBC ke RSUD Kwaingga Arso
25 August 2023 15:56 WIB, 2023
Presiden Joko Widodo dijadwalkan panen jagung di Arso perbatasan RI-PNG
03 July 2023 21:59 WIB, 2023