Timika (Antaranews Papua) - Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK) memberikan bantuan untuk perayaan Natal 2017 berupa bahan makanan kepada warga Kampung Banti, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua.
Wakil Sekretaris Eksekutif Pendukung LPMAK Kris Ukago di Timika, Jumat, mengatakan bantuan tersebut merupakan inisiatif sekaligus sebagai bentuk tanggung jawab sosial LPMAK mengingat situasi dan kondisi yang dialami warga Banti.
Warga Banti yang memilih tetap tinggal saat proses evakuasi akibat ulah kelompok kriminal bersenjatra (KKB) sejak (18/11) dan kini sulit untuk memperoleh bahan makanan pokok yang didatangkan dari luar.
"Selain itu kami harapkan agar dengan bantuan bahan makanan pokok tersebut juga dapat membantu meringankan kebutuhan masyarakat Banti dan mempersiapkan perayaan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018," kata Kris.
Bantuan tersebut menurut Kris diberikan berdasarkan hasil keputusan rapat Badan Pengurus dan Badan Musyawarah LPMAK di Timika beberapa waktu lalu yang memutuskan memberikan bantuan sebesar Rp500 juta dalam bentuk sembako.
"Adapun bantuan yang diberikan tersebut antara lain beras ukuran 25 kg per sak sebanyak 500 sak, gula pasari ukuran 25 kg per sak sebanyak 175 sak, minyak goreng ukuran 18 liter per gen sebanyak 500 gen dan kopi sebanyak 16 kardus," ujar Kris.
Sembako bantuan LPMAK tersebut diserahkan langsung kepada warga Banti melalui pihak CLO PT Freeport Indonesia dan dibantu oleh aparat keamanan yang ada di Tembagapura karena pihak LPMAK tidak dapat menyerahkan langsung kepada warga Banti di Tembagapura.
"Kebetulan dari pihak kami tidak bisa ke Tembagapura untuk menyerahkan langsung sehingga dibantu pihak terkait pada 19 Desember dan 20-21 Desember 2017. Bantuan tersebut sudah didistribusikan kepada warga Banti," katanya.
LPMAK sebagai pengelola dana kemitraan dari PT Freeport berkomitmen untuk terus membantu warganya yang ada di Banti dengan mengusahakan kebutuhan warga yang tidak dapat diperoleh mereka termasuk mendorong agar layanan kesehatan dan pendidikan di wilayah itu kembali normal.
"LPMAK akan mengikuti perkembangan hingga Januari 2018 yang jelas bahwa selain bantuan bahan makanan yang kita berikan ini, juga di sana kan pelayanan kesehatan dan pendidikan sementara dihentikan. Jika kemudian situasi membaik pasti kita akan kembali operasikan rumah sakit yang ada di Banti dan juga sekolah-sekolah yang ada di sana," kata Kris. (*)
Wakil Sekretaris Eksekutif Pendukung LPMAK Kris Ukago di Timika, Jumat, mengatakan bantuan tersebut merupakan inisiatif sekaligus sebagai bentuk tanggung jawab sosial LPMAK mengingat situasi dan kondisi yang dialami warga Banti.
Warga Banti yang memilih tetap tinggal saat proses evakuasi akibat ulah kelompok kriminal bersenjatra (KKB) sejak (18/11) dan kini sulit untuk memperoleh bahan makanan pokok yang didatangkan dari luar.
"Selain itu kami harapkan agar dengan bantuan bahan makanan pokok tersebut juga dapat membantu meringankan kebutuhan masyarakat Banti dan mempersiapkan perayaan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018," kata Kris.
Bantuan tersebut menurut Kris diberikan berdasarkan hasil keputusan rapat Badan Pengurus dan Badan Musyawarah LPMAK di Timika beberapa waktu lalu yang memutuskan memberikan bantuan sebesar Rp500 juta dalam bentuk sembako.
"Adapun bantuan yang diberikan tersebut antara lain beras ukuran 25 kg per sak sebanyak 500 sak, gula pasari ukuran 25 kg per sak sebanyak 175 sak, minyak goreng ukuran 18 liter per gen sebanyak 500 gen dan kopi sebanyak 16 kardus," ujar Kris.
Sembako bantuan LPMAK tersebut diserahkan langsung kepada warga Banti melalui pihak CLO PT Freeport Indonesia dan dibantu oleh aparat keamanan yang ada di Tembagapura karena pihak LPMAK tidak dapat menyerahkan langsung kepada warga Banti di Tembagapura.
"Kebetulan dari pihak kami tidak bisa ke Tembagapura untuk menyerahkan langsung sehingga dibantu pihak terkait pada 19 Desember dan 20-21 Desember 2017. Bantuan tersebut sudah didistribusikan kepada warga Banti," katanya.
LPMAK sebagai pengelola dana kemitraan dari PT Freeport berkomitmen untuk terus membantu warganya yang ada di Banti dengan mengusahakan kebutuhan warga yang tidak dapat diperoleh mereka termasuk mendorong agar layanan kesehatan dan pendidikan di wilayah itu kembali normal.
"LPMAK akan mengikuti perkembangan hingga Januari 2018 yang jelas bahwa selain bantuan bahan makanan yang kita berikan ini, juga di sana kan pelayanan kesehatan dan pendidikan sementara dihentikan. Jika kemudian situasi membaik pasti kita akan kembali operasikan rumah sakit yang ada di Banti dan juga sekolah-sekolah yang ada di sana," kata Kris. (*)