Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengenang momen dirinya pernah diminta mendiang Presiden RI ke-3 BJ Habibie untuk membantu pemerintah memperbaiki hubungan Indonesia dengan Singapura. 
 
"Beliau mengatakan, 'Pak Luhut, ini adalah tugas negara, Pak Luhut jadi dubes (duta besar)', karena waktu itu saya sampaikan 'Saya pensiun dari tentara saja, Pak'. Beliau bilang, 'Pak Luhut (jadi) dubes, perbaiki hubungan kita dengan Singapura'. Itu saya pikir momen sangat tidak terlupakan dan saya tulis dalam buku saya," kata Luhut, yang datang ke pemakaman mengenakan batik warna coklat lengkap dengan peci hitam.
  Dokumentasi: Rapimnas Partai Golkar Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie (kedua kanan), Presiden ke-3 RI yang juga sesepuh Partai Golkar B.J. Habibie (tengah), Ketua MPR yang juga Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan (kiri), Menko Polhukam Luhut Panjaitan (kanan) dan Menkumham Yasonna Laoly (kedua kiri) melemparkan tawa ketika menghadiri acara Pembukaan Rapimnas Partai Golkar Tahun 2016 di JCC, Jakarta, Sabtu (23/1). Rapimnas yang akan berlangsung hingga Senin (25/1) tersebut akan membahas sejumlah agenda konsolidasi seluruh kader Partai Golkar sebagai langkah penyelamatan partai. (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)
Menurut Luhut, percakapan dengan BJ Habibie itu jadi momen berkesan dalam hidupnya.

"Ya, waktu saya mau jadi dubes, yang melantik kan beliau, karena saya sebagai Dankodiklat (Komandan Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan TNI) dipanggil sendiri beliau, diminta untuk jadi dubes untuk Indonesia," tambah dia.

Luhut menjabat sebagai duta besar Indonesia untuk Singapura dari tahun 1999 hingga 2000.

Pada 1998, Habibie dalam wawancara dengan The Asian Wall Street Journal sempat mendeskripsikan Singapura sebagai titik merah kecil di peta. Ucapan Habibie itu sempat menuai protes dari Singapura.

BJ Habibie wafat pada usia 83 tahun di Paviliun Kartika RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, pada Rabu (11/9), pukul 18.05 WIB. Almarhum dikebumikan di samping pusara istrinya, Hasri Ainun Habibie.

Pewarta : Aria Cindyara
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2024