Chicago (ANTARA) - Harga emas merosot pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), ketika peluncuran vaksin COVID-19 di Amerika Serikat mendorong optimisme di pasar keuangan yang lebih luas dengan para investor mengandalkan prospek pemulihan ekonomi yang dihasilkannya.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi COMEX New York Exchange, jatuh 11,5 dolar AS atau 0,62 persen menjadi ditutup pada 1.832,10 dolar AS per ounce. Akhir pekan lalu, Jumat (11/12/2020), emas berjangka terangkat 6,20 dolar AS atau 0,34 persen menjadi 1.843,60 dolar AS per ounce.

Emas berjangka turun tipis 1,1 dolar AS atau 0,06 persen menjadi 1.837,40 dolar AS pada Kamis (10/12/2020), setelah anjlok 36,4 dolar AS atau 1,94 persen menjadi 1.838,50 dolar AS pada Rabu (9/12/2020), dan bertambah 8,9 dolar AS atau 0,48 persen menjadi 1.874,90 dolar AS pada Selasa (8/12/2020).

"Kami melihat beberapa risk appetite (selera risiko) yang lebih tajam di pasar, sebagaimana dibuktikan dengan reli pasar saham global, dan itu memberikan tekanan pada emas safe-haven," kata analis senior Kitco Metals, Jim Wyckoff.

"Indeks dolar AS yang lebih rendah secara solid mungkin membatasi beberapa tekanan jual," tambahnya.

Mengangkat harapan bahwa gelombang pandemi mulai berbalik arah dan meningkatkan sentimen untuk ekuitas, adalah berita bahwa pengiriman pertama vaksin virus corona melaju cepat di seluruh AS, dengan penyuntikan dimulai paling cepat Senin pagi ketika dosis pertama diberikan kepada pekerja perawatan kesehatan dan staf panti jompo.

Harapan pemulihan global dan keputusan untuk memperpanjang pembicaraan perdagangan antara Inggris dan Uni Eropa juga mendukung saham Eropa.

Membantu emas yang dihargai dalam dolar AS, adalah tekanan pada greenback dari harapan paket bantuan COVID-19 senilai 908 miliar dolar AS dengan anggota parlemen menghadapi tenggat waktu Jumat (18/12/2020) tengah malam.

Indeks dolar AS jatuh pada Senin (14/12/2020), yang biasanya akan mendukung emas, tetapi dalam hal ini, investor telah menggunakan dolar AS dalam beberapa hari terakhir sebagai suplemen untuk emas, bukan sebagai pesaing emas.

Emas, dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi yang dapat dihasilkan dari stimulus yang belum pernah terjadi sebelumnya yang dikeluarkan pada 2020, telah meningkat lebih dari 20 persen sepanjang tahun ini.

Investor juga sedang menunggu pertemuan kebijakan dua hari Federal Reserve AS yang dimulai Selasa waktu setempat untuk isyarat tentang kebijakan moneter.

"Kesepakatan fiskal akan segera terjadi dan sementara itu, The Fed memiliki kemampuan untuk melangkah ke medan perang," kata Daniel Ghali, ahli strategi komoditas di TD Securities.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret turun 4,5 sen atau 0,19 persen menjadi ditutup pada 24,047 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari turun 6,2 dolar AS atau 0,61 persen menjadi menetap di 1.015,6 dolar AS per ounce.

 

Pewarta : Apep Suhendar
Editor : Muhsidin
Copyright © ANTARA 2024