Twitch nonaktifkan akun Presiden Donald Trump
Jumat, 8 Januari 2021 10:00 WIB
Ilustrasi Twitch (twitter.com/twitch)
Jakarta (ANTARA) - Platform layanan video streaming Twitch menonaktifkan akun Presiden AS Donald Trump tanpa batas waktu, menyusul kerusuhan pro-Trump di Capitol, Washington D.C.
"Mengingat serangan mengejutkan kemarin di Capitol, kami telah menonaktifkan channel Twitch milik Presiden Trump," kata juru bicara Twitch, dikutip dari The Verge, Jumat.
"Mengingat keadaan luar biasa saat ini adalah retorika pembakaran Presiden, kami yakin ini adalah langkah yang diperlukan untuk melindungi komunitas kami dan mencegah Twitch digunakan untuk memicu kekerasan lebih lanjut."
Twitch mengatakan akan meninjau kembali akun Trump setelah dia meninggalkan kantor kepresidenan.
Kendati demikian, arsip video dan profil Trump di platform itu masih tersedia, namun tidak dapat melakukan streaming.
Pada bulan Juni, Twitch memblokir sementara akun Trump karena "perilaku penuh kebencian" yang disiarkan di channel miliknya. Larangan itu kemudian dicabut setelah dua pekan.
Setelah kerusuhan di Capitol, Twitch juga menghapus emote PogChamp yang dinilai "mendorong kekerasan lebih lanjut," menurut Twitch. Platform streaming tersebut juga berencana untuk bekerja sama dengan komunitas untuk merancang emote baru.
Sebelumnya, Facebook juga memberlakukan larangan pada akun Trump dan mengatakan larangan tersebut tidak akan dicabut hingga hari pelantikan presiden AS terpilih Joe Biden.
Sementara itu, Twitter mengunci akun Trump dan mengatakan bahwa pelanggaran lebih lanjut terhadap kebijakannya akan mengakibatkan "penangguhan permanen" pada akun Trump.
"Mengingat serangan mengejutkan kemarin di Capitol, kami telah menonaktifkan channel Twitch milik Presiden Trump," kata juru bicara Twitch, dikutip dari The Verge, Jumat.
"Mengingat keadaan luar biasa saat ini adalah retorika pembakaran Presiden, kami yakin ini adalah langkah yang diperlukan untuk melindungi komunitas kami dan mencegah Twitch digunakan untuk memicu kekerasan lebih lanjut."
Twitch mengatakan akan meninjau kembali akun Trump setelah dia meninggalkan kantor kepresidenan.
Kendati demikian, arsip video dan profil Trump di platform itu masih tersedia, namun tidak dapat melakukan streaming.
Pada bulan Juni, Twitch memblokir sementara akun Trump karena "perilaku penuh kebencian" yang disiarkan di channel miliknya. Larangan itu kemudian dicabut setelah dua pekan.
Setelah kerusuhan di Capitol, Twitch juga menghapus emote PogChamp yang dinilai "mendorong kekerasan lebih lanjut," menurut Twitch. Platform streaming tersebut juga berencana untuk bekerja sama dengan komunitas untuk merancang emote baru.
Sebelumnya, Facebook juga memberlakukan larangan pada akun Trump dan mengatakan larangan tersebut tidak akan dicabut hingga hari pelantikan presiden AS terpilih Joe Biden.
Sementara itu, Twitter mengunci akun Trump dan mengatakan bahwa pelanggaran lebih lanjut terhadap kebijakannya akan mengakibatkan "penangguhan permanen" pada akun Trump.
Pewarta : Arindra Meodia
Editor : Muhsidin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Presiden Joe Biden tangguhkan pakta suaka Trump - El Salvador, Guatemala, Honduras
07 February 2021 12:34 WIB, 2021
Dalam pidato perpisahan, Presiden Trump berdoa untuk pemerintahan berikutnya
20 January 2021 9:04 WIB, 2021
Wapres Pence berjanji hormati sejarah AS, pastikan pelantikan Biden aman
15 January 2021 11:56 WIB, 2021
Presiden terpilih Biden: Trump menyulut kekerasan di gedung Kongres AS
08 January 2021 11:08 WIB, 2021
Twiiter nonaktifkan akun Presiden Donald Trump terkait kerusuhan Kongres
07 January 2021 10:29 WIB, 2021
Terpopuler - Gaya Hidup
Lihat Juga
Diskominfo Papua ajak pelajar bijak gunakan telepon seluler di era digital
30 January 2026 12:18 WIB