Jakarta (ANTARA) - Saul "Canelo" Alvarez mengalahkan Avni Yildirim dari Turki setelah bertarung selama tiga ronde untuk mempertahankan mahkota gelar kelas menengah WBC dan WBA pada duel di Stadion Hard Rock Miami, Minggu.

Alvarez yang berasal dari Meksiko mendikte Yildirim sejak bel pembukaan dan mengirim petinju Turki itu jatuh ke kanvas dengan kombinasi kiri-kanan yang tajam di ronde ketiga.

Yildirim bangkit dan bertahan. Tapi sebelum ronde keempat dimulai, pelatihnya melempar handuk, sehingga Alvarez sekali lagi menunjukkan kehebatannya yang membuat ia dianggap sebagai petinju pound-for-pound terbaik dalam dekade ini.

Petinju Turki berusia 29 tahun itu tampak ragu-ragu sejak awal saat Alvarez mendaratkan serangkaian hook ke tubuh dan pukulan atas untuk dengan mudah memenangi ronde pertama.

Ronde kedua mengikuti pola yang sama dengan ronde pertama. Yildirim hampir tidak memberikan perlawanan apa pun saat Alvarez membombardir tulang rusuk lawannya tanpa ampun.

Pada ronde ketiga, Alvarez kembali melakukan serangan terhadap Yildirim yang masih pasif. Pukulan kiri lurus dari Alvarez mendarat di dagu Yildirim dan sebuah pukulan kanan berikutnya membuat petinju Turki itu oleng dan jatuh ke kanvas.

Yildirim bangkit dan bisa bertahan selama sisa ronde ketiga. Namun, Saat Yildirim merosot di kursi sudutnya, pelatih Joel Diaz terdengar mengatakan kepada petinju bahwa dia hanya akan memberinya satu putaran lagi, sebelum akhirnya melempar handuk.

"Saya ingin bertarung hebat di sini dan saya melakukan apa yang harus saya lakukan," kata Alvarez seperti dikutip AFP.

"Saya membutuhkan KO dan itulah yang saya lakukan. Tidak masalah apakah dia lebih tinggi, dia memiliki jangkauan yang lebih luas, atau dia memiliki pelatih yang baik. Saya datang untuk melakukan pekerjaan saya, saya datang ke sini untuk menang."

Alvarez, yang rekornya menjadi 55-1-2 dengan 37 KO, telah kembali ke ring pada Sabtu kurang lebih dua bulan setelah ia mengalahkan Callum Smith dari Inggris pada Desember 2020.

Setelah pertarungan, promotor Eddie Hearn mengatakan bintang Meksiko berusia 30 tahun itu selanjutnya akan berusaha untuk menambahkan sabuk Organisasi Tinju Dunia ke koleksinya dengan pertarungan melawan Billy Joe Saunders dari Inggris, 8 Mei.

Pertarungan dengan Saunders akan menjadi langkah selanjutnya dalam petualangan Alvarez untuk menjadi juara kelas menengah pertama sejati dalam sejarah tinju.

"Belum ada yang melakukannya," kata Alvarez. "Saya ingin membuat sejarah. Tidak ada yang melakukannya..."

Namun, Alvarez menepis anggapan bahwa dia ingin dikenang sebagai petinju terhebat yang pernah dihasilkan Meksiko.

"Saya menghormati semua orang tetapi saya ingin membuat sejarah saya sendiri," kata Alvarez.




 

Pewarta : Dadan Ramdani
Editor : Muhsidin
Copyright © ANTARA 2024