Jayapura (ANTARA) - Dewan Adat Suku Nechiebe Kampung Ormu Distrik Ravenirara Kabupaten Jayapura, Papua telah menyiapkan master plan atau rencana induk wisata perikanan pada wilayah ini yang selanjutnya akan diajukan kepada pemerintah daerah.

Ketua Dewan Adat Suku Nechiebe Daniel Toto kepada ANTARA di Jayapura, Kamis, mengatakan, pihaknya bersama masyarakat adat pada wilayah tersebut telah menyiapkan perencanaan induk pengembangan sektor wisata perikanan untuk dipresentasikan kepada Pj Bupati.

“Kami dari masyarakat adat sangat menyadari bahwa indikator kesejahteraan di kampung salah satunya keterbukaan masyarakat akan proses pembangunan, sehingga kami membuat perencanaan induk dan membuka diri untuk pemerintah melakukan pembangunan,” katanya.

Menurut Ondoafi Nechiebe Gustav Toto, pihaknya sangat merindukan sentuhan pembangunan dari segala sektor terkhusus perikanan karena wilayah ini memiliki bentang garis pantai sepanjang 60 kilo meter dengan luas lahan 150 hektar yang siapkan untuk adanya pembangunan.

“Ondoafi serta Kepala Suku dari Dewan Adat Nechiebe bersepakat dalam sebuah bukti penandatanganan persetujuan dan besar harapan wilayah ini berkembang maju sehingga anak cucu kami memiliki masa depan yang baik,” katanya.

Sementara itu Kepala Suku Nechiebe Lukas Maro menjelaskan wilayah adat ini masuk dalam teritorial Pemerintah Kabupaten Jayapura, meskipun secara geografis lebih dekat dengan Kota Jayapura.

“Kami masyarakat adat terbuka bagi pemerintah maupun investor untuk datang membangun wilayah ini, memang secara letak posisi kami jauh untuk dijangkau butuh waktu berjam-jam untuk datang ke sini,” katanya.

Dia menambahkan pihaknya berharap Pj Bupati Jayapura dapat menerima permintaan masyarakat adat untuk bertemu serta mempresentasikan master plan yang telah dibuat oleh masyarakat.

“Dari kami di kampung sudah sepakat dengan adanya hitam di atas putih, selanjutnya kami berniat untuk mempresentasikan rancangan master plan kepada pemerintah daerah, kami memiliki potensi alam yang kaya tetapi kami tidak mampu mengolahnya untuk itu kami butuh dukungan pemerintah,” ujarnya.


Pewarta : Agustina Estevani Janggo
Editor : Muhsidin
Copyright © ANTARA 2024