Biak (ANTARA) - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Supiori, Papua, melengkapi prasarana gedung perpustakaan siswa di SD Negeri (SDN) Kecil pulau terluar, terdepan, dan terisolir (3T) di Kampung Mapia.
"Pemkab Supiori lewat Disdik menyediakan layanan perpustakaan untuk mendukung program literasi dan numerasi siswa di pulau terluar Mapia," ujar Kepala Disdik Supiori Rafles Ngilamele di Sorindiweri, Rabu.
Adanya perpustakaan sekolah, lanjutnya, tidak hanya berfungsi menyediakan buku teks siswa tetapi dapat meningkatkan kesadaran siswa untuk baca, tulis, dan berhitung.
"Apalagi di era digitalisasi saat ini semua buku pelajaran, pengetahuan umum, dan informasi pendidikan, dapat diakses secara online 24 jam," kata Rafles.
Selain perpustakaan, pihaknya juga merehabilitasi ruang kelas SDN di Mapia tersebut.
"Bahkan untuk mendukung kelancaran proses pembelajaran siswa di daerah 3T Pulau Mapia, pihak Disdik mengirim dua guru," katanya.
Rafles menyebut meskipun secara geografis letak SDN Kecil berada di pulau terluar Mapia, tetapi sarana prasarana sekolah dan tempat belajar siswanya harus tersedia.
Sejumlah sekolah yang berada di wilayah kepulauan Kabupaten Supiori, menurut Rafles, tetap mendapat perhatian dari pemerintah daerah terutama pemenuhan tenaga guru dan sarana prasarana pendidikan.
"Pemkab Supiori juga memperhatikan akses pelayanan pendidikan dengan cepat, terjangkau, dan merata, di semua satuan pendidikan," ucapnya.
Berdasarkan data Dinas Pendapatan Kabupaten Supiori, jumlah siswa di satuan pendidikan PAUD/TK,SD, SMP dan SMA/SMK di Kabupaten Supiori mencapai kurang lebih 10 ribuan siswa.
"Pemkab Supiori lewat Disdik menyediakan layanan perpustakaan untuk mendukung program literasi dan numerasi siswa di pulau terluar Mapia," ujar Kepala Disdik Supiori Rafles Ngilamele di Sorindiweri, Rabu.
Adanya perpustakaan sekolah, lanjutnya, tidak hanya berfungsi menyediakan buku teks siswa tetapi dapat meningkatkan kesadaran siswa untuk baca, tulis, dan berhitung.
"Apalagi di era digitalisasi saat ini semua buku pelajaran, pengetahuan umum, dan informasi pendidikan, dapat diakses secara online 24 jam," kata Rafles.
Selain perpustakaan, pihaknya juga merehabilitasi ruang kelas SDN di Mapia tersebut.
"Bahkan untuk mendukung kelancaran proses pembelajaran siswa di daerah 3T Pulau Mapia, pihak Disdik mengirim dua guru," katanya.
Rafles menyebut meskipun secara geografis letak SDN Kecil berada di pulau terluar Mapia, tetapi sarana prasarana sekolah dan tempat belajar siswanya harus tersedia.
Sejumlah sekolah yang berada di wilayah kepulauan Kabupaten Supiori, menurut Rafles, tetap mendapat perhatian dari pemerintah daerah terutama pemenuhan tenaga guru dan sarana prasarana pendidikan.
"Pemkab Supiori juga memperhatikan akses pelayanan pendidikan dengan cepat, terjangkau, dan merata, di semua satuan pendidikan," ucapnya.
Berdasarkan data Dinas Pendapatan Kabupaten Supiori, jumlah siswa di satuan pendidikan PAUD/TK,SD, SMP dan SMA/SMK di Kabupaten Supiori mencapai kurang lebih 10 ribuan siswa.