Logo Header Antaranews Papua

Dispora Papua jaring atlet berbakat usia dini

Senin, 22 September 2014 20:36 WIB
Image Print
Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda (Dispora) Provinsi Papua Zeth P Marey (Foto: Istimewa)
"Tahun ini penjaringan atlet berbakat usia dini difokuskan pada tiga daerah, yakni Kabupaten Biak Numfor, Mimika, dan Merauke. Tahun berikutnya diperluas ke kabupaten/kota lainnya di Papua," kata Kepala Dispora Provinsi Papua Zeth P Marey.

Jayapura (Antara Papua) - Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Papua tengah menjaring atlet berbakat usia dini untuk mengisi Pusat Pembinaan dan Latihan Pelajar (PPLP) Jayapura agar bisa berprestasi pada ajang nasional maupun internasional di masa mendatang.

"Tahun ini penjaringan atlet berbakat usia dini difokuskan pada tiga daerah, yakni Kabupaten Biak Numfor, Mimika, dan Merauke. Tahun berikutnya diperluas ke kabupaten/kota lainnya di Papua," kata Kepala Dispora Provinsi Papua Zeth P Marey di Jayapura, Senin.

Ia mengatakan, penjaringan atlet usia dini (12-15 tahun) itu disesuaikan dengan potensi dan daya dukung daerah tersebut serta kecenderungan cabang olahraga itu berkembang di daerah tersebut.

Kabupaten Biak Numfor, misalnya, lebih fokus pada cabang olahraga atletik, termasuk di kabupaten tetangganya Serui.

Di Kabupaten Merauke, cenderung berkembang cabang olahraga basket, dan di Kabupaten Mimika lebih berkembang cabang olahraga tinju.

"Memang selama ini atlet pelari cepat asal Papua ada di Serui, basket di Merauke, dan tinju di Mimika," ujarnya.

Menurut Marey, hasil penjaringan itu akan diumumkan akhir bulan ini, dan yang dinyatakan lulus seleksi atlet berbakat usia dini akan dimasukkan ke PPLP di Jayapura.

Mereka antara lain dipersiapkan untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016, dan juga jika memungkinkan untuk PON 2020 di Papua.

"Kami juga berharap pemerintah kabupaten/kota juga melakukan penjaringan atlet berbakat usia dini, agar sejalan dengan program di tingkat provinsi," ujarnya.

Marey mengaku, akan segera menyurati pemerintah kabuapten/kota, karena sebelumnya sudah dilakukan rapat kerja teknis (rakernis) untuk menyamakan persepsi.

"Penjaringan atlet atau invitasi yang akan datang di cabor lainnya, daerah lain yang bertetangga atau kabupaten penyanggah kabupaten potensial atlet seperti tiga daerah itu, juga bisa mengikutinya dan mengikuti seleksi," ujarnya.

Mengenai sarana pendukung di PPLP Jayapura, Marey mengatakan, akan dilengkapi meskipun secara bertahap.

"Meskipun fasilitas masih kurang, tetapi hasil binaan yang kami lakukan berhasil. Contoh nyata hasil binaan PPLP yakni pemain Persipura, seperti Boaz dan Ortisan Solossa, dan Edward Ivakdalam yang merupakan jebolan PPLP Jayapura. Ke depan kami akan persiapkan sarana yang lebih baik," katanya.

Menurut Marey, yang paling dibutuhkan saat ini yakni fasilitas asrama yang representatif, mengingat masih banyak atlet yang tinggal dirumah mereka masing-masing karena belum tersedia asrama yang sesuai.

"Diusahakan PPLP bisa dijadikan tempat pemusatan latihan, seperti yang ada di Diklat Ragunan Jakarta," ujarnya. (*)



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026