Logo Header Antaranews Papua

Harga BBM eceran di Yahukimo capai Rp60 ribu/liter

Senin, 8 Desember 2014 23:42 WIB
Image Print
Ilustrasi pedagang pengecer bensin dan solar (Foto: Antara News)
"Harga solar dan bensin di Yahukimo itu berkisar Rp50 ribu-Rp60 ribu/liter dan warga di sana mengekuhkan hal itu," kata Gerson Soma.

Jayapura (Antara Papua) - Anggota DPR Papua dari daerah pemilihan (Dapil) Yahukimo, Yalimo dan Pegunungan Bintang Gerson Soma mengatakan, harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi bensin dan solar yang dijual pedagang pengecer di Yahukimo berkisar Rp50 ribu - Rp60 ribu/liter.

"Harga solar dan bensin di Yahukimo itu berkisar Rp50 ribu-Rp60 ribu/liter dan warga di sana mengekuhkan hal itu," kata Gerson Soma, di Jayapura, Papua, Senin.

Ia mengungkapkan harga BBM bersubsidi solar dan bensin yang bisa mencapai puluhan ribu rupiah itu diketahui ketika ia melakukan kunjungan ke Yahukimo pada akhir November lalu.

"Harga Itu sangat memberatkan masyarakat yang ekonominya belum mampu. Karena rata-rata warga disana dalam beraktivitasnya menggunakan roda dia, tidak ada angkutan umum roda empat," katanya.

Harga minyak tanah juga demikian, yakni Rp50 ribu -Rp60 ribu/liter.

"Selama ini orang bilang Papua banyak uang karena Otsus tapi uang itu belum sepenuhnya menyentuh ke masyarakat, ditambah lagi barang-barang lain harganya mulai naik," katanya.

Mengenai tarif angkutan roda dua yang biasa disebut ojek, Soma menyebutkan harganya tergantung kesepakatan, jika jarak tempu dekat hanya Rp10 ribu, tetapi jika jauh bisa mencapai ratusan ribu rupiah.

"Kendaraan yang lazim digunakan masyarakat Yahukimo itu ojek. Para tukang ojek juga menaikkan harga seenaknya, mulai dari Rp10 ribu sampai Rp200 ribu. Disana tidak ada angkutan umum kendaraan roda empat, hanya ojek," katanya.

Dengan demikian, karena akses transportasi darat yang tergolong sulit dan BBM mahal, maka harga kebutuhan sehari-hari seperti air mineral Rp15 ribu/botol dan nasi campur ikan yang dijajakan diwarung-warung itu mencapai Rp45 ribu seporsi.

"Ini menunjukkan pembangunan belum merata dan menyeluruh di Yahukimo. Terutama infrastruktur jalan yang sebagian besar perlu peningkatan dan perbaikkan," kata politisi dari Partai Nasdem itu.

"Jalan ibukota saja dari bandara ke Kota Dekai, Yahukimo masih berlubang. Jembatan penghubung antar kampung juga masih banyak yang belum jadi. Selama hampir 10 tahun kepemimpinan Bupati Ones Pahabol, pengaspalan dalam kota masih banyak yang belum tuntas bahkan ada yang sudah rusak," katanya.

Mengenai harga BBM yang mahal, Soma mengatakan seharusnya hal itu bisa ditekan jika pemerintah daerah berikan perhatian serius, apa lagi Yahukimo bukan saja bisa diakses dengan transportasi darat dari Jayapura, tetapi bisa lewat sungai dan laut.

"Padahal kapal sudah masuk ke Yahukimo. Semua bahan bisa diangkut pakai kapal. Hanya saja realitanya pembangunan tidak jalan, BBM mahal, sembako juga demikian. Ini harus dievaluasi dn DPRD di sana harus mengevaluasi semua pembangunan infrastuktur," katanya. (*)



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026