
Persipura dan Freeport teken kontrak kerja sama

"Ini merupakan komitmen Freeport untuk pengembangan olahraga di tanah Papua, khususnya kepada Persipura. Freeport juga telah membangun sport center di Kabupaten Mimika untuk pembinaan atlet di daerah itu," kata Maroef Sjamsoeddin.
Jayapura (Antara Papua) - Tim pengoleksi gelar liga Indonesia terbanyak Persipura Jayapura, dan PT Freeport Indonesia pada Rabu (4/3) malam meneken kontrak kerja sama sponsor senilai Rp22 miliar di hadapan masyarakat dan pecinta Mutiara Hitam di Taman Imbi, pusat Kota Jayapura, Papua.
Penandatanganan itu dilakukan oleh Ketua Umum Persipura Jayapura Benhur Tommy Mano dan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin disaksikan oleh manajer tim Rudi Maswi, empat orang wakil dari pemain Mutiara Hitam Boaz TE Salossa, Ian Louis Kabes, Gerard Pangkali, dan Nelson Alom.
Di pihak PT Freeport, tampak juru bicara Daisy Primayanti dan sejumlah petinggi perusahaan penghasil emas dan tembaga terbesar di Indonesia itu ikut menyaksikan penandatanganan kontrak tersebut.
Acara diawali dengan panggung hiburan untuk ribuan masyarakat dan pecinta tim yang bermarkas di Stadion Mandala Jayapura itu yang telah memadati Taman Imbi sejak sore hari.
Artis lokal, ibu kota, dan juga tari-tarian adat Papua menghentak panggung tempat penandatanganan kerja sama itu.
Apalagi Michael Jakarimilena jebolan Indonesia Idol menghibur dengan lagu `Ku Tak Bisa` yang dipopulerkan oleh grup musik Slank tetapi dinyanyikan dalam bahasa Biak membuat masyarakat tampak larut dalam lagu yang naik daun pada 2004 itu.
Ketua Umum Persipura Jayapura Benhur Tommy Mano dalam sambutannya di hadapan ribuan masyarakat yang hadir dalam acara tersebut memberikan apresiasi kepada PT Freeport yang begitu peduli kepada pembinaan olahraga di tanah Papua, khususnya kepada tim Persipura Jayapura.
"Semoga kerja sama ini bisa terus berlanjut dan setiap tahun nilai kontrak kerjasamanya bisa dinaikkan. Pesipura adalah tim sepak bola yang bisa menyatukan semua pihak di tanah Papua, harapannya masyarakat bisa mendukung kami meraih juara LSI" katanya.
Senada itu, Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin mengatakan pemberian dana untuk tim Persipura Jayapura merupakan bukti komitmen perusahaannya untuk pembinaan olahraga.
"Ini merupakan komitmen Freeport untuk pengembangan olahraga di tanah Papua, khususnya kepada Persipura. Freeport juga telah membangun sport center di Kabupaten Mimika untuk pembinaan atlet di daerah itu," katanya.
Harapannya, Persipura Jayapura bisa memberikan prestasi bagi masyarakat Kota Jayapura dan Papua pada umumnya.
"Kalau bisa Persipura terus bina anak-anak Papua untuk menjadi atlet sepak bola," katanya.
Di akhir penandatanganan kontrak kerja sama itu, manajemen Persipura mendaulat mantan petinggi BIN itu menjadi pembina bagi Boaz TE Salossa dan kawan-kawan yang ditandai dengan pemberian `jersey` Persipura bernomor punggung 80 kepada Maroef Sjamsoeddin. (*)
Pewarta : Pewarta: Alfian Rumagit
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
