Logo Header Antaranews Papua

BI: perlu penguatan peran dan kapasitas UMKM

Minggu, 20 Desember 2015 12:52 WIB
Image Print
Jokowi menyalami pedagang ketika berkunjung ke Pasar Youtefa, Abepura, Jayapura, Papua, ketika itu masih berstatus Capres Pemilu 2014. (Foto: ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)
"Di bidang stabilitas sistem keuangan yang juga menjadi perhatian Bank Indonesia adalah penguatan peran dan kapasitas UMKM bagi perekonomian Papua," ujar Kepala Kantor Perwakilan BI Papua, Joko Supratikto.

Jayapura (Antara Papua) - Manajemen Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua menilai, pada 2016 diperlukan penguatan peran dan kapasitas para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah untuk menopang pertumbuhan perekonomian di Papua.

"Di bidang stabilitas sistem keuangan yang juga menjadi perhatian Bank Indonesia adalah penguatan peran dan kapasitas UMKM bagi perekonomian Papua," ujar Kepala Kantor Perwakilan BI Papua, Joko Supratikto, di Jayapura, Minggu.

Dia menjelaskan, BI memandang penguatan UMKM selaras dengan upaya memperkuat ketahanan ekonomi, dan sejalan dengan prinsip memperluas partisipasi kegiatan ekonomi di seluruh lapisan masyarakat.

Strategi pengembangan UMKM oleh BI diimplementasikan melalui dua pendekatan utama, yaitu perluasan dan pendalaman infrastruktur keuangan, serta peningkatan kapasitas UMKM, katanya lagi.

"Strategi ini antara lain ditempuh dengan mendorong pengembangan infrastruktur keuangan pendukung, meningkatkan kelayakan keuangan UMKM, dan mendorong peningkatan kapasitas UMKM dalam rangka memperoleh akses ke jasa keuangan," ujar dia pula.

Joko menambahkan, dalam upaya peningkatan kapasitas UMKM, BI juga memperluas program klaster beberapa makanan pokok, seperti bawang, cabai merah, dan beras ke daerah lain.

Sebelumnya, Kantor Perwakilan BI Papua memperkirakan, pada 2016 pertumbuhan perekonomian Papua akan mencapai angka 6,8 persen.

"Di Papua kami memprediksikan PDRB mengalami peningkatan 6,8 persen pada 2016, artinya bertumbuh positif. Ini saya rasa cukup bagus dengan kondisi yang ada sekarang," ujar Joko lagi.

Namun menurutnya, Papua masih akan menemukan beberapa kendala dari sisi perekonomian, terutama menyangkut tambang PT Freeport Indonesia di Kabupaten Mimika, meskipun diyakini bila ekonomi masyarakat tetap akan meningkat.

"Prediksi ini sudah mempertimbangkan berbagai masalah, mulai dari tambang Feeport, masalah flukturasi harga dan lain-lain, tapi kami tetap optimistis ada pertumbuhan," katanya pula. (*)



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026