Logo Header Antaranews Papua

Warga Puncak minta TNI bangun jalan

Senin, 12 September 2016 19:07 WIB
Image Print
Zakarias Tabuni, salah satu gembala Gereja Kristen Injili Indonesia (GKII) mewakili para kepala kampung meminta TNI AD membangun jalan, saat Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Hinsa Siburian dan Ny Endang mengunjungi Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Papua, Sabtu (10 9/9)
Jadi permintaan ini disampaikan oleh Zakarias Tabuni, salah satu gembala Gereja Kristen Injili Indonesia (GKII) mewakili para kepala kampung saat Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Hinsa Siburian dan Ny Endang mengunjungi Distrik Sinak.....

Jayapura (Antara Papua) - Warga Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Papua, meminta TNI AD dalam hal ini Kodam XVII/Cenderawasih melanjutkan pembangunan sejumlah ruas jalan di wilayah itu yang sempat terhenti karena gangguan keamanan.

"Jadi permintaan ini disampaikan oleh Zakarias Tabuni, salah satu gembala Gereja Kristen Injili Indonesia (GKII) mewakili para kepala kampung saat Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Hinsa Siburian dan Ny Endang mengunjungi Distrik Sinak, Kabupaten Puncak pada Sabtu (10/9) pagi," kata Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Teguh PR di Kota Jayapura, Senin.

Menurut dia, permintaan itu selain disampaikan secara lisan di hadapan warga Distrik Sinak, juga disertai pernyataan tertulis oleh sejumlah kepala kampung di Distrik Sinak dengan harapan Pangdam Cenderawasih yang saat itu didampingi Wakil Bupati Puncak Revinus Telenggen segera merespon kerinduan warga akan pembangunan akses jalan.

"Pak Pangdam XVII/Cenderawasih menyambut baik permintaan dan dukungan masyarakat tersebut, namun Pangdam juga meminta masyarakat agar ikut menjaga keamanan di daerah itu," katanya.

Bahkan, kata Teguh, pada momentum itu Pangdam Cenderawasih langsung menyampaikan dan menjelaskan bahwa akan membantu pemerintah daerah untuk mendukung pembangunan jalan trans Papua yang sempat terganggu.

"Diantaranya mendukung pembangunan jalan dari Sinak-Yambi sampai ke Mulia, ibu kota Kabuten Puncak Jaya dan dari Sinak ke Ilaga ibu kota Kabupaten Puncak. Lalu dari Ilaga akan tersambung menuju Timika, Kabupaten Mimika," katanya.

Sementara jalan dari Yambi ke Mulia yang sudah lancar aktvitasnya, kata Teguh, bisa menjadi contoh bahwa warga setempat yang dulunya hanya bisa berjalan kaki untuk memasarkan hasil buminya sudah bisa menggunakan kendaraan roda dua dan empat untuk membawa hasil kebunnya untuk dijual ke Mulia.

"Demikian juga dari Mulia ke Tinggi Nambut sampai Ilu, semua jalan sudah bagus dan masyarakat sudah membangun rumah di sepanjang jalan itu dan masyarakat sudah lancar menjual hasil kebunnya ke Mulia," katanya.

"Nah, harapannya begitu. Jika di Sinak sudah dibangun jalan maka akan mudah bagi warga, bagi guru, bagi tenaga kesehatan dan para pendeta untuk melayani masyarakat karena tidak lagi harus menunggu pesawat tetapi sudah bisa naik mobil atau motor. Maka jalan sangat penting untuk masyarakat Sinak," kata Teguh.

Sebelumnya, pada kunjungan Pangdam Cenderawasih di Sinak, Kabupaten Puncak, Zakarias Tabuni, GKII mewakili para kepala kampung mengatakan bahwa masyarakat setempat sudah terlalu lama mengalami ketertinggalan dan terbelakang. Selama ini wilayah itu tertutup oleh akses, yang hanya dapat dijangkau dengan pesawat kecil.

"Kami ingin jalan ini terus dibangun sehingga masyarakat bisa melalui jalan darat menuju ibukota kabupaten di Illaga, agar warga bisa menjual hasil pertanian di kota," katanya. (*)



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026